Nurul Arifin diketahui menggelar acara tahlilan untuk mendoakan mendiang putrinya, Maura Magnalia Madyaratri. Lantas apa yang menjadi alasan sang artis mengadakan acara tersebut mengingat ia dan putrinya berbeda agama?
- Lailatul Maghfiroh
- Senin, 31 Januari 2022 - 14:56 WIB
WowKeren - Meski beda agama, Nurul Arifin menggelar acara tahlilan untuk putrinya, Maura Magnalia Madyaratri, pada Minggu (30/1) sore. Seperti diketahui, Maura mengikuti agama sang ayah, Mayong, yang memeluk agama Katolik sedang Nurul Arifin adalah seorang muslim.
Tangis Nurul Arifin pun pecah saat acara berlangsung. Lantas pada kesempatan tersebut Nurul Aridfin pun mengungkapkan alasan mengapa ia menggelar acara tahlilan untuk mendiang putrinya.
“Sebagai seorang ibu, saya ingin mengirimkan doa untuk anak saya. Jadi biarkan saya berdoa dengan cara saya,” kata Nurul Arifin dengan tangisan yang pecah di acara tahlilan tersebut, Minggu (30/1).
Nurul Arifin kemudian mengungkapkan terima kasih pada rekan dan kerabat yang hadir di acara tersebut. “Saya terima kasih sekali kepada bapak ibu yang mau hadir mengirimkan doa untuk Maura dengan cara saya. Biarkan Tuhan yang menentukan menerima doa ini atau tidak. Tapi saya memberikan doa yang terbaik untuk anak saya,” ujarnya dengan suara terisak-isak.
Sebagai seorang ibu, ia juga berharap acara tahlilan ini bisa melapangkan jalan Maura menuju surga. “Saya minta maaf, kita tidak tahu surga itu kayak apa sampai kita nanti sampai di sana, tapi biarlah kita semua mengirimkan doa supaya Maura dilapangkan jalannya,” jelasnya.
Selain itu, Nurul Arifin juga merasa yakin bahwa doa yang ia panjatkan bersama orang-orang di acara tahlilan itu akan tersampaikan dengan baik ke Maura. "Kami percaya bahwa doa itu bisa tersampaikan dengan segala macam cara. Terpenting sampai pada tujuanya," pungkasnya.
Putri sulung Nurul Arifin, Maura Magnalia, dilaporkan meninggal dunia di usianya yang masih sangat muda pada Selasa (25/1) dini hari. Maura dikabarkan meninggal dunia karena serangan jantung.
Pada 26 Januari, putri Nurul Arifin itu dimakamkan secara Katolik di San Diego Hills, Karang, Jawa Barat. Dalam proses pemakaman tersebut, Nurul sebagai ibu menguburkan Maura bersama barang-barang kesayangannya. Seperti rokok, minuman, sepatu boots dan buku bacaan.
(wk/lail)