Baru-baru ini seorang warga Prancis mengungkap pendapatnya tentang adegan pelecehan seksual di episode pertama 'All of Us Are Dead'. Berikut pernyataan lengkapnya.
- Eva Lestari
- Sabtu, 05 Februari 2022 - 09:25 WIB
WowKeren - Adegan pelecehan seksual di "All of Us Are Dead" menuai tanggapan tak terduga dari orang Prancis. Hal ini diketahui setelah sebuah video berjudul "All of Us Are Dead reaksi berlawanan orang Prancis" diunggah di saluran YouTube "French Hotteok".
Dalam video tersebut, orang Prancis yang bernama Somin mengungkapkan pemikirannya tentang adegan pelecehan seksual di "All of Us Are Dead" yang sempat menuai kritik dari publik Korea. Somin mengatakan bahwa adegan ini tak pantas dikritik karena menggambarkan kenyataan pahit di kehidupan nyata.
Ketika ditanya, "Apakah ada kritik terhadap adegan pelecehan seksual di kalangan remaja?", Somin menjawab, "Mengapa mereka harus dikritik? Bukankah itu kenyataan?".
Dia kemudian menjelaskan, "Aku pikir ini adalah fokus dari drama ini. Salah satu adegan terbaik dalam drama tersebut adalah ketika seorang wanita (korban) yang merusak ponselnya berjalan melalui taman bermain yang penuh dengan zombie, mengingat apa yang telah dilakukan siswa yang telah berubah menjadi zombie padanya di masa lalu. Ini adalah adegan yang menunjukkan bahwa 'intimidasi' adalah pusat dari drama ini."
Dia melanjutkan, "Aku pikir adegan yang menunjukkan berbagai macam pelecehan seperti kekerasan, intimidasi dan pelecehan seksual, mutlak diperlukan. Karena sebenarnya ada orang seperti ini (di dunia nyata)."
"Bagiku, drama ini adalah untuk minoritas. Aku tidak mengatakan bahwa semuanya tergambar dengan baik, tapi virus ini diciptakan untuk melawan ketakutan yang disebabkan oleh intimidasi atau kekerasan. Oleh karena itu, kupikir perlu untuk menggambarkan semua jenis pelecehan."
Sebelumnya, adegan pelecehan seksual di episode 1 "All of Us Are Dead" menjadi kontroversi di Korea. Beberapa netizen mengkritik adegan itu "terlalu sensasional" dan "tidak perlu".
Sementara itu, "All of Us Are Dead" adalah sebuah drama yang didasarkan pada webtoon dengan judul serupa. Karya aslinya menceritakan kisah sekelompok siswa yang terjebak di sekolah mereka selama wabah zombie. Alhasil, para siswa mati-matian melarikan diri dari sekolah agar tak berubah jadi zombie.
Drama ini berhasil menduduki puncak kategori acara TV Netflix di seluruh dunia sehari setelah dirilis dan telah menduduki posisi teratas selama lima hari berturut-turut. Drama ini juga terus memecahkan rekor Netflix usai mengalahkan rekor pendahulunya, "Squid Game" dan "Hellbound".
(wk/eval)