Kenal lebih dekat dengan Sofia Jirau model pertama Victoria's Secret yang derita sindrom Down. Lantas apa pertimbangan Victoria's Secret menunjuk Sofia sebagai wajah baru brand mereka?
- Sisilia Rizky Azalea
- Kamis, 17 Februari 2022 - 10:43 WIB
WowKeren - Sosok Sofia Jirau model cantik asal Puerto Rico, Amerika Utara belakangan mencuri perhatian publik. Bagaimana tidak, Sofia kini berhasil bergabung dengan brand ternama sekelas Victoria's Secret.
Lebih menariknya lagi, Sofia adalah satu-satunya model yang menderita sindrom Down. Itu mengapa, Sofia kini dinobatkan sebagai model Victoria's Secret pertama dengan sindrom Down.
Sindrom Down sendiri diketahui merupakan kelainan genetik yang disebabkan pembelahan sel yang berlebih. Sindrom Down menyebabkan para penderitanya memiliki penampilan wajah yang khas, gangguan intelektual, dan keterlambatan dalam berkembang.
Model cantik 24 tahun itu pertama debut sebagai model Victoria's Secret pada Hari Valentine dalam edisi Love Cloud Collection. Melalui laman Instagram pribadinya, Sofia mengungkap rasa bangga dan bahagianya dapat bergabung sebagai salah satu model Victoria's Secret.
Prestasi Sofia itu kemudian mampu menginspirasi banyak wanita di dunia. Mereka memuji sosok Sofia yang dinilai terus berkarya sekalipun memiliki keterbatasan.
"Suatu hari saya memimpikannya, saya mengerjakannya dan hari ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Saya akhirnya bisa memberi tahu Anda rahasia besar saya," tulis Sofia melalui laman Instagram-nya dalam bahasa Spanyol. "Saya model Victoria's Secret pertama dengan sindrom Down!"
Sementara itu, Raul Martinez selaku kepala direktur kreatif Victoria's Secret mengungkap alasan memilih Sofia sebagai salah satu model mereka. Victoria's Secret ingin dikenal sebagai brand yang senantiasa mendukung kecantikan para wanita dunia terlepas seperti apa rupa dan penampilan mereka. Terpilihnya Sofia dalam proyek Love Cloud Collection juga bertujuan untuk memperkenalkan wajah dan standar Victoria's Secret yang baru.
"Love Cloud Collection adalah momen besar dalam evolusi merek. Dari pemeran wanita luar biasa yang menghidupkan koleksi, hingga semangat inklusif yang luar biasa di lokasi syuting," papar Raul Martinez. "Kampanye ini adalah bagian penting dari standar Victoria's Secret baru yang kami ciptakan."
(wk/Sisi)