Saiful Jamil menceritakan dulunya bertemu karyawan yang menjadi pelaku pencurian di rumahnya adalah sosok yang sangat susah. Pedangdut itu pun bicara soal motif kriminal pelaku.
- Intan Maharani
- Senin, 21 Februari 2022 - 15:58 WIB
WowKeren - Saiful Jamil baru saja mengalami peristiwa tidak mengenakkan setelah ada tindak pencurian di rumahnya. Pelaku merupakan karyawan sendiri, pedangdut itu menceritakan bagaimana ia dulunya menerima bekerja atas dasar simpati.
Terkait motif pelaku, Saiful Jamil tidak tahu masalah apa yang sedang menjerat karyawannya itu. Namun jika diteliti lagi dari sifatnya yang sering kali tidak waspada dalam menyimpan barang-barang bisa memicu kejahatan.
"Saya gak tau dia ada masalah apa. Dalam 2 hari ya dia keliatan punya niat jahat. Saya gak terlalu resik kan buat kunci ini itu. Mungkin orang terbesit melakukan kejahatan kan," kata Saiful Jamil kepada WowKeren di kediamannya di kawasan Pondok Gede pada Senin (21/2).
"Dia tau lah orang dia menghandle satu rumah ini. Dia tau kunci ini letaknya dimana dan bagaimana. Dalam sebulan udah kenal situasi. Di rumah ini cuma ada ber6. Kaka saya sama anaknya dan saya," beber Saiful.
Tidak jadi membuat laporan, Saiful Jamil merasa tidak perlu memberikan efek jera. Ia berpikran positif jika pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya.
"Engga engga, saya orangnya positif thinking. Tadinya saya gamau bikin laporan, hp doang kan yaudah lah. Karena ada motor mpol saya dibawa, yaudah bikin laporan," ungkapnya.
Setelah mendapati karyawan mencuri barang-barang berharga, Saiful memperoleh pelajaran yang bisa dipetik. Mantan suami Dewi Persik itu menyadari bahwa niat baiknya tidak selalu ditanggapi dengan baik pula, malah kini ada yang punya niat jahat terhadapnya.
"Pastinya yang jelas saya harus lebih selektif lagi. Saya kalau nerima karyawan itu ciri cirinya memang orang terzolimi, ya mereka orang susah. Saya niatnya ngebantu orang susah. Ternyata niat saya itu disalah artikan," jelas Saiful.
Selain itu, kewaspadaan Saiful Jamil meningkat setelah mendapati peristiwa ini. Dari sana ia belajar akan lebih mencari aman dalam memperlakukan benda-benda berharganya.
"Kedua karena kebaikan saya yang tidak terlalu secure dalam ngunci lemari ya itu jadi pelajaran buat saya. Diluar dikunci didalem kamar mah engga. Memang dia tau jamnya saya gak ada di rumah. Jam 6-8 dia tau saya kegiatannya di masjid," lanjut Saiful.
Pada awalnya Saiful tidak mempunyai kecurigaan karena merasa bersimpati terhadap pelaku. Meski tidak bisa memberi gaji tinggi, karyawan itu tetap mau bekerja untuknya sehingga membuatnya klepek-klepek.
"Dia cerita susah dan buat makan aja susah. Saya bilang gabisa gaji terlalu profesional. Cuma dia senang bisa dapet makan aja udah senang wah saya semakin kelepek kelepek," tambahnya.
Sampai saat ini, Saiful Jamil tidak memahami apa alasan karyawannya itu sampai harus mencuri barang berharganya. Namun mengetahui pelaku mau mengembalikan barang curian kepadanya, ia sudah bersyukur.
"Yaudah jadi ada 3 orang, mereka atur lah. Saya umroh mereka pulang kampung. Begitu saya pulang umroh mereka kerja lagi. Ya gak tau ya kondisi mereka seperti apa. Jadi karena ada keinginan mau apa akhirnya melakukan tindakan kriminal. Ya alhamdulillah dia dapat hidayah buat mengembalikan," tutup Saiful Jamil.
(wk/inta)