Tak Cuma Alur, Penulis Naskah 'Twenty-Five, Twenty-One' Juga Dikritik Karena Alasan Serius Ini
Instagram/tvn_drama
TV

Selain menghadirkan alur menyedihkan yang membuat penonton marah, penulis naskah 'Twenty-Five, Twenty-One' juga menuai kritik karena alasan serius berikut ini.

WowKeren - Episode terakhir drama "Twenty-Five, Twenty-One" menuai banyak kritik dari pemirsa internasional maupun netizen Korea Selatan. Drama ini diprotes karena Baek Yi Jin (Nam Joo Hyuk) dan Na Hee Do (Kim Tae Ri) putus di akhir siaran.

Tidak semua drama memiliki akhir yang bahagia. Sad ending juga bisa menimbulkan rasa melankolis dan kasih sayang. Namun, akhir "Twenty-Five, Twenty-One" dianggap tidak berarti karena Baek Yi Jin dan Na Hee Do tidak seperti biasanya.

Na Hee Do, yang selalu berusaha mengatasi kesulitan apapun, tiba-tiba menjadi gadis yang dengan mudah mengucapkan selamat tinggal pada cintanya karena kelelahan. Sedangkan Baek Yi Jin, yang ingin mencintai Na Hee Do selamanya, berubah jadi pria ambisius yang memutuskan jadi koresponden di New York, tanpa berkonsultasi dengan kekasihnya.

Selain itu, penulis naskah Kwon Do Eun juga dianggap gagal menarik empati dengan menyebut nama atlet skater Kim Yuna dan Asada Mao, untuk menggambarkan hubungan rival antara Na Hee Do dan Ko Yu Rim (Bona WJSN / Cosmic Girls).


Tak Cuma Alur, Ini Alasan Lain Penulis Naskah \'Twenty-Five, Twenty-One\' Bikin Geram Netizen

Source: Kbizoom

Meskipun pernyataan sang penulis telah dihapus, dalam situs web resmi drama, "Rival of Destiny", Kwon Do Eun menulis, "Apa arti Kim Yuna dan Asada Mao untuk satu sama lain? Tanpa satu sama lain, kedua atlet tidak akan bersinar seperti sekarang."

Pemirsa berpendapat bahwa membandingkan hubungan antara dua karakter utama drama dengan tokoh dunia nyata yang bersaing di kompetisi internasional, adalah kesalahan yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Pandangan penulis ini menjadi lebih kontroversial setelah "Twenty-Five, Twenty-One" tamat.

Dapat dipahami bahwa penulis berniat untuk memenangkan simpati publik. Namun ketika dia bertanya apakah akhir ceritanya terlalu sedih, para pemain berkata, "Itu karena (terasa) nyata." Drama sudah berakhir namun endingnya tidak berubah, sehingga wajar jika sejumlah pemirsa merasa kecewa dengan keputusan penulis.

(wk/eval)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait