Penggunaan PayLater semakin meningkat di tengah masyarakat. Meski dianggap mudah, PayLater nyatanya memiliki risiko yang tak boleh disepelekan. Berikut 7 Risiko yang telah dirangkum WowKeren.
- May 12, 2022
WowKeren - Bertransaksi via digital tak luput dari bahaya peretasan yang mengintai. Data diri yang diunggah pada situs atau aplikasi e-commerce penyedia PayLater tak terjamin keamanannya. Risiko peretasan database oleh oknum tak bertanggungjawab akan tetap ada.
Ahmad Fauzi Ridwan, alias Ridu contohnya yang menjadi salah satu korban peretasan data PayLater. Kepada BBC News Indonesia, Ridu menyebut pengajuan pinjamannya sempat ditolak akibat riwayat kredit yang buruk. Ia pun menyadari telah menjadi korban peretasan identitas.
"Pengajuan pinjaman saya ke bank langganan ditolak. Saya kaget karena selama ini saya tidak pernah melewati batas waktu jatuh tempo. Namun, setelah ditelisik nama saya tercantum sebagai penunggak PayLater. Sedangkan saya tak pernah mengajukan akun PayLater di manapun," beber Ridu.
Nah, itu dia 7 risiko yang muncul bila PayLater tak digunakan dengan bijak. Karena itu, WowKeren akan membagikan tips bijak memanfaatkan PayLater di artikel selanjutnya. Sampai jumpa di next artikel. See you!
(wk/Sisi)