Setelah seorang warga berinisial A mencurahkan kekesalannya di komunitas online terkait pengalaman mendapat perilaku buruk dari seorang staf drama, pihak 'The Witch is Alive' angkat bicara.
- Takiara
- Jumat, 03 Juni 2022 - 12:25 WIB
WowKeren - Sebuah artikel yang dibuat oleh seorang warga yang mengaku telah diserang oleh tim syuting drama mendadak menjadi perbincangan. Setelah curahan hatinya diposting melalui komunitas onlinepada 28 Mei, pihak tim produksi drama "The Witch Is Alive" yang diduga berkaitan dengan komplain ini angkat bicara.
Sebelumnya, dalam postingan artikel yang dibuat oleh A mengaku bahwa permasalahan bermula ketika tim syuting drama memarkir mobil di tempat parkir rumahnya. Ibu dari warga A pun membunyikan klakson agar mobil yang menempati tempatnya itu segera dipindahkan. Namun, staf produksi drama itu justru balik memaki Ibu A dengan kasar.
A mengatakan bahwa ia menyaksikan situasi di mana ibunya menerima bahasa kasar dari staf tersebut sehingga membuat A marah. Lalu A mengutuk staf itu sehingga berujung pada kekerasan dimana star tersebut memukul lengan A.
Setelah itu, disebutkan bahwa drama yang dimaksud A adalah "The Witch is Alive" dan konten yang sama menyebar di hari-hari berikutnya. Mengenai hal ini, seorang pejabat dari drama baru TV Chosun "The Witch is Alive" itu pun angkat bicara.
Seorang pejabat dari drama TV Chosun tersebut mengungkapkan kalau klaim staf itu kontradiktif. Namun, anggota staf yang menimbulkan kegaduhan itu bukanlah seorang produser drama, tetapi seorang pengemudi kendaraan peralatan syuting.
"Kami akan mengelola komplain ini lebih teliti di masa mendatang," ungkap seorang pejabat drama. Dilaporkan juga postingan artikel dari warga A itu juga sudah diturunkan.
Karena kebenaran kasus ini belum terungkap dengan jelas, penilaian yang tergesa-gesa tidak boleh dilakukan. Namun, karena beberapa warga mengalami kerusakan selama proses pembuatan film oleh tim produksi drama, ada tanggapan yang berkembang bahwa penting untuk dengan tulus meminta pengertian warga sebelum syuting atau selama proses pembuatan film.
Sebelumnya, kejadian tidak mengenakkan antara warga dengan tim produksi untuk melakukan syuting ini menimbulkan ketidaknyamanan dan keluhan di kalangan umum. Padahal, syuting bukan untuk kepentingan umum. Karena ini adalah kegiatan untuk kepentingan pribadi maka perlu untuk lebih teliti mencari kerja sama dari warga dan meminimalkan kerusakan yang ditimbulkan serta perlu diperhatikan betul-betul dan keluhan warga tidak bisa diabaikan begitu saja.
(wk/taki)