Pengertian Cancel Culture
Pixabay
SerbaSerbi

Cancel Culture kerap menimpa para pesohor. Fenomena ini juga tengah santer dibicarakan oleh masyarakat luas. Simak apa itu cancel culture dan faktor penyebabnya.

WowKeren - Cancel culture erat kaitannya dengan aksi boikot. Publik figur atau seseorang tiba-tiba dikecam atau dikucilkan karena dianggap tak lagi sejalan dengan norma masyarakat.

Cancel culture biasanya digaungkan melalui media sosial atau petisi. Pandangan itu disampaikan oleh psikolog sekaligus dosen Universitas Gadjah Mada, Koentjoro.

"Contohnya banyak, mereka yang di-cancel ini ya karena tiba-tiba mengeluarkan pernyataan yang menyakiti masyarakat, melakukan kejahatan, atau ya hal-hal seperti itu," papar Koentjoro.

Sementara, seorang profesor sosiologi dan kriminologi Universitas Villanova, Dr Jill McCorkel menilai cancel culture adalah bentuk hukuman dari masyarakat untuk orang yang berperilaku menyimpang. "Cancel culture adalah bentuk hukuman atau pengusiran di tengah masyarakat sosial dan dirancang untuk memperkuat seperangkat norma," jelas Dr Jill.

Efek dari cancel culture dapat beragam. Misalnya, pengucilan di masyarakat, pembatalan kontrak kerja, komentar pedas publik dan lain sebagainya.

Faktor pemicu munculnya cancel culture juga beragam. Beberapa di antaranya dapat disimak dalam ulasan berikut ini.

(wk/Sisi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait