Marissya Icha mengungkap pengakuan terbaru usai rivalnya, Medina Zein mendekam di penjara dan mengenakan baju tahanan. Benarkah Marissya malah kasihan, alih-alih senang?
- Sisilia Rizky Azalea
- Minggu, 17 Juli 2022 - 12:22 WIB
WowKeren - Medina Zein telah ditetapkan sebagai tersangka dan tengah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Marissya Icha selaku rival dan sosok yang disebut berhasil menjebloskan Medina ke penjara pun angkat bicara.
Meski tengah berseteru, Marissya mengaku sebetulnya merasa iba ketika pertama kali melihat Medina mengenakan baju tahanan. Kendati begitu, Marissya menilai ditahannya Medina adalah jalan yang terbaik dari Allah SWT.
Menurut Marissya, Medina bisa menjadi pribadi yang lebih baik setelah melewati persoalan ini. Ia berharap Medina dapat bertobat dan tak lagi berada di jalan yang salah.
"Dua-duanya sih (sedih dan kasihan). Saya juga gak mau jadi orang takabur sombong gitu ya merasa diri saya bisa masukan dia. Ini semua karena Allah bukan karena kehebatannya saya," kata Marissya kepada Intens Investigasi. "Semoga ini jalan terbaik yang sudah Allah tentukan jalan untuk Medina. Semoga Medina bisa menjadi manusia yang lebih baik kedepannya. Justru kalau tidak begini mungkin dia akan di jalan yang salah."
Sebagai sesama perempuan dan seorang ibu, Marrisya mengaku kasihan. Apalagi, Marissya tahu bahwa Medina adalah sosok yang juga menafkahi keluarganya.
"Eh banyak ya (rasa kasihan). Karena sesama manusia kita lihat seperti itu adanya rasa iba. Dia perempuan, dia ibu, dia juga punya orang yang dia nafkahi, dia juga pasti ada baiknya. Dia bukan Firaun yang sangat jahat," ungkap Marissya.
Namun, Marissya menyebut Medina pantas menerima konsekuensi atas perbuatannya yang telah merugikan dan menyakiti banyak orang. Ia berharap ibu satu anak itu dapat belajar dari kesalahan masa lalu dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
"Tapi di sini saya yakinkan lagi bahwa ternyata orang ini memang layak diproses dengan perilaku dan kelakuannya dia yang manusia itu banyak baiknya atau buruknya," tandas Marissya. "Tapi ternyata keburukannya dia ini layak untuk diproses."
(wk/Sisi)