'Extraordinary Attorney Woo' menceritakan tentang pengacara penderita autisme bernama Woo Young Woo (Park Eun Bin) yang masuk ke salah satu firma hukum bergengsi di Korea Selatan.
- Farida Amalia Dwi Yanti
- Selasa, 26 Juli 2022 - 11:37 WIB
WowKeren - "Extraordinary Attorney Woo" terus menuai pro dan kontra seiring dengan popularitasnya yang terus naik. Meskipun baru menayangkan sekitar 8 episode, drama yang dibintangi oleh Park Eun Bin itu sudah menembus rating melebihi 13 persen.
"Extraordinary Attorney Woo" menceritakan tentang pengacara Woo Young Woo (Park Eun Bin) yang masuk ke salah satu firma hukum bergengsi di Korea Selatan. Ia berjuang menjadi pengacara sejati di tengah keterbatasan sebagai penderita autisme.
Alur "Extraordinary Attorney Woo" belum lama ini mendapatkan sorotan dari para ahli. Pengacara Kim Yong Jik, yang juga presiden Masyarakat Autisme Korea, merasa bahwa meskipun Woo Young Woo tidak mewakili mayoritas penderita autisme, namun drama itu menjadi langkah yang baik untuk menjelaskan masalah ini.
"Secara realistis tidak mungkin orang autis memiliki IQ tinggi dan benar-benar menjadi pengacara, tetapi aku masih berpikir ini adalah pendekatan yang membantu untuk membuat orang lebih tertarik untuk memahami autisme," ujar sang pengacara.
Ahli lainnya yakni Dr. Kim Hyo Won yang merupakan psikiater anak dan profesor di Seoul Asan Medical Center mengatakan bahwa hal tidak realistis dalam "Extraordinary Attorney Woo" adalah adanya karakter yang mendukung Woo Young Woo.
"Bahkan dalam drama itu, Woo Young Woo tidak akan dapat sepenuhnya menunjukkan keunggulannya jika orang-orang di sekitarnya (karakter pendukung dari firma hukum Hanbada) tidak memahaminya dan melengkapi kekurangannya," tutur Dr. Kim Hyo Won.
Dalam "Extraordinary Attorney Woo", rekan kerja Woo Young Woo memberikan dukungan yang bisa membantu penderita autisme untuk lebih berkembang, sesuatu yang Dr. Kim Hyo Won harapkan bisa tercermin dari masyarakat luas suatu hari nanti.
"Seperti rekan pengacaranya di acara itu, kita perlu melihat lebih banyak orang yang mendukung yang memungkinkan orang autis berkembang sebagai individu yang mandiri. Jaringan pendukung ini juga harus menjadi suatu sistem dalam masyarakat secara keseluruhan," sambung sang psikiater. Hal yang sama juga dikemukakan oleh kritikus budaya pop Jeong Deok Hyun dan Kim Sung Soo.
"Tidak ada penjahat di sekitarnya. Ini memberi tahu kita bahwa agar Woo Young Woo bisa mengatasi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh kecacatannya karena dukungan tanpa prasangka dari orang-orang di sekitarnya," tutur Jeong Deok Hyun.
"Tentu, lingkungan Woo Young Woo terlihat seperti fantasi, tetapi itu memicu harapan bahwa suatu hari nanti bisa menjadi kenyataan," ungkap Kim Sung Soo. "Extraordinary Attorney Woo" memang diharapkan bisa membuat orang-orang lebih memberikan simpati pada penderita autisme.
(wk/amal)