Yeri Red Velvet Ungkap Alasan Liburan ke Hawaii, Akui Dapat Efek Ini
Instagram/yerimiese
Selebriti

Tidak ada yang bisa disalahkan atas situasi ini, tetapi karena rasanya semua kerja keras mereka hilang begitu saja, Yeri tidak bisa tidak merasa putus asa dan tertekan.

WowKeren - Yeri Red Velvet pergi ke Hawaii selama dua minggu, tapi baginya, liburan kali ini jauh lebih berat daripada liburan normal karena kondisi mentalnya menjelang liburan. Di musim semi, promosi "Feel My Rhythm" dan jadwal Red Velvet lainnya sayangnya dibatalkan karena para member terkena COVID.

Tidak ada yang bisa disalahkan atas situasi ini, tetapi karena rasanya semua kerja keras mereka hilang begitu saja, Yeri tidak bisa tidak merasa putus asa dan tertekan. "Itu sangat, bagaimana aku harus mengatakan ini, kosong? Semuanya terasa tidak berguna dan lucu pada saat bersamaan," kata Yeri.

Untuk melepaskan diri dari perasaan berat ini, serta istirahat yang sangat dibutuhkan setelah bekerja tanpa henti begitu lama, Yeri memutuskan untuk pergi ke suatu tempat yang jauh dari Korea Selatan. Awalnya, dia berencana pergi ke New York, di mana beberapa teman dekatnya berada, tapi ketika ayahnya bercanda bertanya apakah dia ingin pergi ke Hawaii bersamanya, dia setuju.

Ayahnya sudah lama ingin pergi ke Hawaii, dan Yeri tidak tahu kapan dia akan punya waktu untuk bepergian dengan ayahnya lagi. Yeri harus mengubah semua tiket dan akomodasinya berkat perubahan rencana yang tiba-tiba, dan meskipun itu menantang, Yeri bersyukur atas kesempatan untuk berkembang.


Sepanjang perjalanan, Yeri belajar untuk lebih bertanggung jawab, merawat ayahnya, dan mempelajari kiat-kiat perjalanan baru. Sekarang, member termuda Red Velvet itu yakin dia akan baik-baik saja bahkan jika dia bepergian sendirian.

Yeri juga mengungkapkan cinta yang besar untuk keluarganya dan mendorong semua penggemarnya untuk menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan keluarga mereka. Karena dia debut di usia yang sangat muda dan selalu sibuk setelahnya, dia menghabiskan waktu istirahatnya untuk dirinya sendiri atau dengan teman-temannya.

Ketika Yeri menyadari bahwa keluarganya bukan prioritas utamanya, dia melakukan upaya yang lebih sadar untuk menghabiskan waktu bersama mereka, memperdalam hubungannya dengan orang tua, saudara perempuan, dan anjingnya.

Berkat perjalanannya ke Hawaii, Yeri bisa beristirahat dan menjernihkan pikirannya dari segala hal negatif. Sebagai gantinya, dia mengisi kekosongan dengan cintanya pada keluarganya, menciptakan kenangan berharga dan menjadi dewasa sebagai individu dan anak perempuan.

(wk/dewi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Trending
Berita Terbaru