Sebelumnya, Posan Tobing juga sempat menyinggung mengenai pembagian royalti atas karya-karyanya yang disebut masih kerap dibawakan Kotak. Kini hal serupa dilakukan oleh Badai terhadap Kerispatih dan Sammy Simorangkir.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 31 Oktober 2022 - 15:50 WIB
WowKeren - Belum lama ini, warganet digegerkan dengan video yang dibagikan oleh mantan personel band Kerispatih, Badai. Dalam video ini, Badai menyampaikan bahwa ia melarang baik Kerispatih maupun Sammy Simorangkir untuk membawakan karyanya tanpa seizinnya.
Adapun larangan tersebut tertuang dalam sebuah surat terbuka yang dibagikan Badai melalui media sosial, dalam hal ini akun TikTok pribadinya, @badaithepianoman. Dalam video tersebut, Badai juga menyebut bahwa karya yang diciptakannya masih dipakai untuk berkolaborasi dan kegiatan manggung oleh Kerispatih dan Sammy Simorangkir.
"Hari ini saya akan membuat sebuah pernyataan terkait karya cipta saya yang masih digunakan oleh dua entitas, di mana kami dulu bersama-sama, kalau saya di sana sampai 13 tahun, dan karya-karya saya masih dipakai di sana untuk berkolaborasi, dan kegiatan manggung. Sebut saja namanya Kerispatih dan Sammy Simorangkir," ujar Badai, dilihat Senin (31/10).
"Sebelumnya saya mohon maaf, saya harus melakukan hal ini, karena menurut saya, ini adalah hak saya sebagai pemilik lagu tunggal, dari semua lagu-lagu yang ada di album Kerispatih, ketika masih bersama dengan saya dan Sammy Simorangkir, atau yang kini bersama Fandy Santoso," lanjut Badai.
Kemudian, Badai menerangkan bahwa pada 4 Juli 2021 lalu, Badai dan Kerispatih sudah menandatangani surat perjanjian kerjasama karya cipta. Akan tetapi, dalam hal ini isinya adalah kesepakatan untuk kerispatih membawakan lagu-lagunya sebagai band tunggal.
"Kontrak ini hanya untuk kebutuhan off air Kerispatih sebagai band tunggal, tidak melakukan kolaborasi," terang Badai. Meski begitu, dalam kontrak tersebut, ia mengatakan juga hanya memberikan izin untuk Kerispatih membawakan 20 judul lagu ciptaannya yang sudah dia tentukan.
"Di luar 20 lagu itu, saya tidak izinkan untuk dibawakan oleh yang bersangkutan, karena saya memang melihat 20 lagu ini sudah kebijaksanaan saya. Sisanya harus lindungi saya, harus saya pakai untuk proyek saya ke depan," ungkap Badai.
Surat terbuka dari Badai itu lantas mendapat respons beragam. Bahkan tak sedikit dari publik yang juga menyeret nama Posan Tobing eks drummer Kotak.
Seperti yang diketahui, Posan sebelumnya juga melakukan hal serupa terhadap Kotak. "Bikin band sama Posan x kotak aja bang kayanya karakter nya sama," ucap netter. "Setelah Posan terbitlah badaiđŸ˜…," sahut netter.
(wk/tiar)