CEO HYBE Bahas Wamil BTS Bakal Jadi Tantangan untuk Pendapatan Perusahaan
Instagram/labels.hybe
Selebriti

CEO HYBE mengungkap laporan dan prediksi pendapatan perusahaan jelang rencana pendaftaran wamil para anggota BTS. Termasuk peningkatan tekanan margin tahun depan.

WowKeren - Rencana wamil (wajib militer) BTS terus menimbulkan beragam pembahasan, termasuk masa depan HYBE Entertainment. Meski telah menyiapkan berbagai strategi untuk menutupi absennya BTS, HYBE mengakui adanya tantangan pendapatan yang signifikan dengan kepergian wamil para anggota mendatang.

Jin BTS yang merupakan member tertua dilaporkan akan mendaftar wamil akhir 2022 atau awal tahun depan. Dengan itu, proporsi penjualan BTS di HYBE diperkirakan akan menurun.

"Tekanan margin akan meningkat tahun depan karena proporsi penjualan BTS menurun dan penjualan artis lain meningkat," ungkap CEO HYBE, Park Ji Won, dalam conference call bulan Oktober lalu.

Diperkirakan profitabilitas HYBE pada tahun 2023 akan lebih buruk dari tahun ini karena pendaftaran anggota wamil BTS. Namun HYBE berharap perusahaan dapat memulihkan keuntungannya mulai tahun depan dengan peningkatan penampilan grup dan artis lain.


"Proporsi penjualan (untuk HYBE) adalah BTS sebesar 60-65%, dan artis lainnya sekitar 35-40%. (Tahun ini) kami akan dapat mencapai margin laba usaha pertengahan 10% karena aktivitas BTS," jelas Park Ji Won.

Sementara itu, di hari yang sama, HYBE mengungkap bahwa perusahaan akan memfokuskan upaya pada pertumbuhan artis lain yang akan mengisi kekosongan BTS. Mulai dari SEVENTEEN, TXT, ENHYPEN hingga grup baru seperti LE SSERAFIM dan NewJeans. CEO Park juga menekankan bahwa penjualan artis selain BTS menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata 200%.

Setelah girl grup rookie diperkenalkan tahun ini, HYBE berencana untuk terus memproduksi grup baru. Seperti mendebutkan boy grup baru dari "Trainee A" pada bulan Desember dan boy grup di Jepang. HYBE America, dalam kemitraan dengan Universal Music juga akan merilis girl grup global tahun depan.

"Dengan portofolio artis yang beragam, kita dapat menghindari fokus pada negara tertentu dan merespons secara fleksibel terhadap perubahan tren untuk mengurangi risiko. Kami juga telah memutuskan untuk masuk ke perusahaan teknologi terkait bisnis baru, seperti merger dan akuisisi (M&A), pendirian usaha patungan (JV), investasi ekuitas, dan kemitraan," pungkas Park Ji Won kala itu.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait