Pengalaman tak biasa itu disampaikan Reza Arap kepada Denny Sumargo dalam podcast. Reza pun menceritakan secara gamblang pada saat ia mengalami meninggal selama 12 jam.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 04 November 2022 - 17:38 WIB
WowKeren - Reza Arap baru saja menghadiri acara podcast Denny Sumargo dalam kanal YouTube "CURHAT BANG Denny Sumargo". Dalam podcast ini, Reza dan Denny berbincang-bincang mengenai banyak hal.
Di antaranya adalah mengenai pengalaman Reza Arap yang pernah mengalami mati suri. Hal ini terungkap saat Denny bertanya mengenai peristiwa tersebut.
Reza Arap lantas membeberkan cerita pada saat mengalami mati suri. Ia menerangkan bahwa ia lahir prematur 7 bulan dan memiliki masalah pada jantungnya. Dikarenakan memiliki masalah pada jantung, hidup Reza Arap lantas tidak seperti kebanyakan anak-anak pada umumnya.
"Karena gue punya masalah di jantung, jadi dari kecil tuh gue lari sedikit muntah, ketawa aja muntah, ngapa-ngapain muntah, karena itu tadi ada masalah di jantung itu," ujar Reza Arap, dilihat Jumat (4/11).
Kemudian, diusia 9 tahun, Reza Arap terkena demam berdarah (DBD), sehingga nyambung ke penyakit yang lainnya. Mulai dari tekanan darah drop, muntah terus-menerus hingga lambungnya robek, dan berimbas pada jantungnya, dan meninggal.
Lebih lanjut, Reza Arap mengaku masih mengingat momen saat ia masuk rumah sakit dan juga masuk ICU. Momen terakhir yang diingatnya adalah saat tim medis melakukan pertolongan dengan menggunakan alat pacu jantung, yang mana disebutnya detik-detik ia mau meninggal.
"Yang gue lihat terakhir, itu tuh monitor, itu lurus, itu terakhir yang gue lihat," ungkap Reza. Reza kemudian mengungkapkan apa yang terjadi pada dirinya saat mengalami mati suri.
Reza mengatakan pada saat itu ia berada di sebuah tempat yang seperti padang rumput sangat luas dan hanya ada satu pohon. Di sana, ia hanya bersama mamanya dan bermain.
"Sama mama di sana, main-main. Pokoknya habis gue lihat monitor itu yang terakhir, lelap, habis gitu, hangat, gue ngerasa hangat, habis gitu, melek-melek di situ. Di taman itu, lagi gandeng mama," terang Reza.
Setelah bermain selama setengah jam, Reza mengaku diajak mamanya untuk pulang. Kemudian dia pun mengiyakan permintaan mamanya, dan bangun-bangun berada sudah berada di kamar mayat.
"Gue mati 12 jam. Jadi siang, gue bangun siang, sebelum dikubur. Kan kalau Muslim kan enggak boleh sampai Maghrib ya katanya, bener ya. Jadi gua meninggal jam 2 malam, bangunnya jam 2 siang," beber Reza.
Saat tersadar, Reza mengaku bingung lantaran melihat mamanya menangis. "Yang pertama gua tanya, 'Ma, kenapa nangis?' eh bukan 'Ma jangan nangis, nanti Caca (panggilan Reza Arap) sedih' gue bilang gitu," tutup Reza.
Kemudian, kata Reza, sang ibunda kaget dan langsung mendobrak pintu kamar mayat seraya memanggil dokter. Lalu ia pun kembali dimasukkan ke ruang ICU dan dipasangi alat-alat medis.
(wk/tiar)