Adipati Dolken memerankan karakter jahat dalam film 'Bayi Ajaib'. Baru pertama kali memerankan karakter jahat, Adipati Dolken justru mengaku senang memerankan Dorman.
- Dessy Novitasari
- Jumat, 23 Desember 2022 - 10:31 WIB
WowKeren - Adipati Dolken mengungkapkan pengalaman pertama memerankan karakter antagonis di film remake "Bayi Ajaib'. Dalam film tersebut, Adipati Dolken dipercaya memerankan tokoh bernama Dorman.
Aktor tampan berusia 31 tahun itu mengaku senang saat menjadi antagonis dalam film tersebut. Padahal, peran antagonis bisa membuat Adipati Dolken tak disukai penonton yang melihat film "Bayi Ajaib".
"Ini film pertama gue yang gue menjadi antagonis. Dan gue senang banget akhirnya gue punya karakter seperti ini di daftar peran gue," ungkap Adipati Dolken saat ditemui di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu (21/12).
Selain itu, Adipati Dolken menjelaskan karakter Dorman sebagai antagonis di film "Bayi Ajaib". Adipati Dolken menyebut Dorman haus akan kekuasaan hingga mengikuti sekte sesat.
"Dia ini mengabdi pada kakek apa buyutnya. Jadi dia dekat sama yang mistis-mistis gitu lah, sekte sesat. Jadi dia ingin mendapatkan kekuasaan yang juga kebahagiaan menurut dia gitu," kata Adipati Dolken.
Adipati Dolken senang dengan karakter Dorman karena memiliki penokohan yang berbeda dari antagonis yang lain. Menurut Adipati Dolken, orang-orang tak akan merasa Dorman sebagai orang jahat ketika menonton film "Bayi Ajaib".
"Dia itu tidak terlihat seperti orang yang jagoan gitu, bukan orang jahat gitu. Kelihatannya dia tuh sebenarnya baik gitu. Tapi dia punya hati yang gelap banget gitu loh," pungkas Adipati Dolken.
Sebagai informasi, "Bayi Ajaib" merupakan film horor legendaris tahun 1982. Film itu dibuat ulang dengan judul yang sama. Digarap oleh sutradara Rako Prijanto, versi remake memiliki konsep yang tak jauh berbeda dari versi aslinya.
Ada sejumlah perombakan demi penyempurnaan film, baik dari segi alur cerita maupun penguatan karakter. Perubahan dilakukan bukan karena ingin memperbaiki film pertama. Namun, Rako ingin filmnya sesuai dengan masa kini.
(wk/dess)