Dalam artikel kali ini, tim redaksi WowKeren akan mengulas tentang snowflake generation yang sering dikaitkan dengan situasi anak muda pada saat ini. Berikut ulasan lengkapnya.
- Jan 6, 2023
WowKeren - Snowflake generation digunakan secara luas oleh kaum konservatif untuk menggambarkan mereka yang memiliki ideologi liberal. Meski tidak ada pembagian yang jelas, istilah ini biasanya mengacu pada kaum milenial dan Gen Z yang dianggap terlalu baper atau gampang baper saat menghadapi kesulitan.
Bahkan pada tahun 2016, Kamus Collins memasukkan snowflake generation di antara word of the year-nya. Itu bertujuan untuk mendefinisikan kaum dewasa muda tahun 2010-an sebagai "kelompok kurang tangguh dan lebih mudah tersinggung jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya."
Snowflake generation juga dianggap memusuhi kebebasan berbicara karena memiliki tekad berlebihan untuk melindungi dirinya dari pendapat yang bertentangan. Mereka bahkan disebut telah menciptakan "ruang aman" agar tidak ada yang bisa melawan gagasannya.
Di balik anggapan tersebut, generasi milenial dan Gen Z juga dikenal sebagai kelompok yang sangat cerdas karena tumbuh di tengah kecanggihan teknologi. Mereka juga memiliki sifat transparan, menghargai manajemen, menginginkan keberagaman dan kolaborasi nyata.
Alhasil, ada banyak kaum milenial yang "melancarkan serangan balik" dengan melontarkan protes. Mereka berpendapat bahwa label tersebut salah arah, tidak adil dan menegur stigma kebencian yang ditimbulkannya.
Generasi ini terus menentang gagasan bahwa mereka adalah kelompok yang "mudah" dengan menyatakan bahwa pasar kerja semakin tidak aman dan kerusakan saat ini adalah tanggung jawab generasi sebelumnya. Selain itu, mereka juga terus melawan rasisme, stigma terhadap komunitas LGBTQ dan ketidaksetaraan gender.
(wk/eval)