Bang Si Hyuk HYBE Labels bersama dengan Kim Bum Soo pendiri dari Kakao Entertainment dikabarkan bertemu di Amerika Serikat untuk membahas mengenai masa depan SM Entertainment.
- Alfa Sayyidah
- Jumat, 17 Februari 2023 - 13:26 WIB
WowKeren - Permasalahan SM Entertainment dan pendirinya, Lee Soo Man masih belum menunjukkan titik terang. HYBE Labels dan KAKAO Entertainment diketahui terlibat mengingat kini menjadi pemegang saham terbesar selain Lee Soo Man.
HYBE dan KAKAO disebut-sebut berada di pihak berbeda pada ricuh SM ini. Pasalnya, KAKAO sejak awal berkoalisi dengan manajemen SM. Sedang, Bang Si Hyuk pendiri HYBE sempat dibilang bak penyelamat karena akhirnya membeli saham Lee Soo Man. HYBE saat ini merupakan pemilik saham terbesar di SM Entertainment.
Meski dikira di pihak bersebrangan, orang dalam industri justru membeberkan yang seakan mengisyaratkan sebaliknya. Kemarin, Kamis (16/2) Bang Si Hyuk dan Kim Bum Soo pendiri sekaligus mantan pemimpin Kakao yang kini berstatus sebagai Kepala Inisiatif Masa Depan mengadakan pertemuan di Amerika Serikat.
Bang Si Hyuk dan Kim Bum Soo bertemu sebagai dua orang pebisnis untuk berdiskusi terkait dengan akuisisi SM Entertaiment. Keduanya dikabarkan memikirkan untuk menekan kerugian serta kerusakan semaksimal mungkin saat ini.
Dua orang yang telah mendirikan perusahaan ternama Korea Selatan tersebut memang sama-sama memiliki pemegang saham SM. Kepemilikan saham mereka cukup untuk memegang kendali atas urusan manajemen SM.
Bang Si Hyuk dan Kim Bum Soo terungkap sama-sama alumni dari Seoul University. Namun, keduanya tidak dekat bahkan tak pernah terlihat bertemu sebelumnya.
Pertemuan keduanya murni untuk membahas masa depan SM yang sebagian besar berpusat adanya kemungkinan satu pihak menyerah. Selain itu, mengungkapkan soal akuisisi dan mengontrol SM bersama.
Sayangnya, pertemuan dari pihak HYBE dan KAKAO ini disebut tidak mencapai penyelesaian apa pun. Namun, orang dalam industri merasa kalau terlalu dini untuk mengklaim pihak mana yang akan memang atas masalah SM saat ini.
Diskusi sebagian besar berpusat pada kemungkinan satu pihak menyerah pada pihak lain, serta menyebutkan akuisisi dan kontrol bersama, tetapi pada akhirnya, tidak ada penyelesaian yang dicapai. Orang dalam industri percaya bahwa masih terlalu dini untuk mengatakan pihak mana yang akan mengklaim kemenangan dalam kontes SM saat ini.
(wk/alfa)