Sebagai sanksi kasus DUI, Kim Sae Ron dijatuhi denda puluhan juta won oleh pengadilan. Pasrah dengan keputusan hakim, sang aktris meluruska tentang rumor yang berkembang seiring kontroversi kerja sampingannya.
- Intan Maharani
- Sabtu, 08 April 2023 - 07:45 WIB
WowKeren - Sebagai buntut kasus menyetir sambil mabuk (DUI), Kim Sae Ron diharuskan membayar denda sebagai sanksinya. Bicara soal sanksinya, aktris kelahiran 2000 itu secara pribadi meluruskan simpang siur rumor pekerjaan sampingannya.
Baru-baru ini, Sae Ron terlibat wawancara dengan Money Today untuk mengklarifikasi beberapa hal. Sempat dikabarkan jatuh miskin, Sae Ron mengakui bahwa dirinya tulang punggung keluarga namun tidak mengungkap keluhan apapun soal situasi keuangannya.
Dalam wawancara itu, Sae Ron menyinggung kontroversi yang menimpanya sejak terlibat kasus DUI. Sae Ron terus menghadapi kritik karena disebut mengadakan pesta minum-minum dua bulan setelah kecelakaan. Selain itu, kontroversi kembali muncul usai ia mengunggah foto dirinya bekerja di kafe namun statusnya sebagai pekerja disangkal sang pemilik.
Terkait kontroversi kafe, Sae Ron mengungkap bahwa ia hanya bekerja sebagai pengganti pegawai selama satu kali. "Sejujurnya, aku hanya bekerja di sana sebagai pengganti hari itu saja," bebernya.
Kemudian, Sae Ron angkat bicara tentang pekerjaannya di pub yang terletak di Gangnam. Sang aktris membenarkan bahwa dirinya bekerja di pub sebagai pelayan selama beberapa bulan.
"Ini adalah pub yang menjual minuman bersama dengan makanan. Saya menjadi pelayan di sana selama beberapa bulan," terang Sae Ron.
Selanjutnaya, Sae Ron mendapatkan pertanyaan soal denda yang dijatuhkan padanya. Pasrah dengan denda yang dijatuhkan Pengadilan Distrik Pusat Seoul sebesar 20 juta won (sekitar Rp227 juta), Sae Ron tidak akan mengajukan banding.
"Saya yakin saya harus bertanggung jawab atas kesalahan yang saya buat. Jadi saya tidak berpikir untuk mengajukan banding," kata Sae Ron.
Seperti diketahui, Sae Ron ditangkap usai menabrak pagar pembatas hingga trafo di Gangnam karena menyetir sambil mabuk. Kandungan alkohol dalam darahnya kala itu menunjukkan angka 0,2 persen. Sebagai akibat dari kecelakaan, listrik di sekitar mati dan melumpuhkan laju bisnis di lingkungan tersebut.
(wk/inta)