Kronologi Ammar Zoni Beli Narkoba Terkuak, Sang Artis Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara
Instagram/irishbella.ammarzoni
Selebriti

Sidang perdana Ammar Zoni atas penyalahgunaan narkoba telah digelar hari ini, Selasa (22/8). Dalam sidang perdananya ini, pihak Jaksa beber kronologi Ammar Zoni membeli barang terlarang tersebut. Seperti apa?

WowKeren - Aktor berparas rupawan Ammar Zoni diketahui telah kembali tersandung kasus narkoba. Dan tepat pada hari ini, Selasa (22/8) sidang perdana Ammar digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam sidang perdananya ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) membeberkan kronologi secara detail mengenai transaksi pembelian narkoba yang dilakukan oleh Ammar serta dua terdakwa lainnya. Termasuk sopirnya yakni Mustaqim atau Taqim.

Pernyataan JPU mengungkapkan bahwa Ammar serta dua rekannya ini memang melakukan pemufakatan jahat. "Bahwa terdakwa Muhammad Ammar Akbar alias Ammar Zoni bersama dengan Mustaqim alias Taqim, bersama-sama dengan terdakwa Rahmat Hidayat melakukan percobaan ataupun pemufakatan jahat, tanpa hak atau melawan hukum, memiliki/menyimpan/menguasai/atau menyediakan narkotika golongan satu dalam bentuk bukan tanaman," ujar Jaksa membacakan surat dakwaan.

Lebih lanjut, Jaksa sebutkan pula bahwa Taqim dan Rahmat membeli narkoba jenis sabu lantaran perintah dari Ammar. "Di rumah terdakwa (Ammar Zoni) yang beralamat di Perumahan Tanah Teduh unit 10, Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sopir terdakwa yaitu saudara Mustaqim alias Taqim menyampaikan kepada terdakwa bahwa saksi Mustaqim berniat untuk membeli narkotika jenis sabu di daerah Boncos, Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk dipakainya," sambung Jaksa.

"Mendengar hal tersebut, terdakwa Ammar Zoni juga berminat untuk memiliki sabu untuk dipakai dan menitip kepada sopirnya yaitu terdakwa mustakim untuk dibelikan sabu," jelasnya lebih detail.


Dengan gercep, Ammar kemudian mentransfer duit sebesar Rp 1,5 Juta ke rekening Mustaqim. Rincian dari pemakaian duit itu juga dibeberkan lebih detail oleh Jaksa.

"Kemudian terdakwa mentransfer uang sebesar Rp1,5 juta, dengan rincian Rp500 ribu untuk dibelikan sabu sebanyak satu paket milik terdakwa (Ammar Zoni), Rp500 ribu untuk dibelikan sabu sebanyak satu paket milik terdakwa Mustaqim dan kasbon pinjam uang kepada terdakwa," beber Jaksa.

"Terdakwa Mustaqim membawa pulang dua paket narkotika jenis sabu dengan berat bruto keseluruhan 1,04 gram yang masing-masing milik terdakwa (Ammar Zoni) dan terdakwa Mustaqim," pungkasnya.

Atas aksinya tersebut Ammar berserta dua terdakwa lainnya terancam Pasal 112 ayat 1 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika juncto Pasal 127 ayat 1 huruf (a) juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Pasal 112 ayat (1) UU Narkotika mengatur setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman.

Pelanggar pasal ini dapat dipidana dengan pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana. Sedangkan untuk dendanya sendiri, paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar.

(wk/devi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait