Konflik FIFTY FIFTY Lawan ATTRAKT Lahirkan RUU Baru, Agensi Kecil Beri Dukungan
Instagram/we_fiftyfifty
Musik

Sebagai buntut konflik FIFTY FIFTY dengan ATTRAKT, politikus Ha Tae Kyung telah mengajukan rancangan undang-undang untuk mencegah situasi yang sama terulang kembali.

WowKeren - Konflik antara FIFTY FIFTY dengan agensinya, ATTRAKT, telah menarik atensi politikus Korea Selatan. Langkah politisi Ha Tae Kyung mengajukan usulan Rancangan Undang-Undang (RUU) baru berkaca pada konflik ini disambut positif oleh pelaku industri.

Pada Jumat (1/9), seorang CEO agensi kecil-menengah memberikan dukungan terhadap "FIFTY FIFTY Act" yang dicanangkan Politisi Ha. Menurutnya, perlindungan terhadap agensi kecil dan menengah diperlukan agar kestabilan industri tetap terjaga.

"Undang-undang perdagangan adil yang jelas harus dibuat untuk perdagangan yang adil antara artis, agensi, dan pejabat industri. Dalam hal ini, 'FIFTY FIFTY Act' sangat penting," ungkap CEO tersebut.

Menurut pejabat industri, tidak ada standar hukuman jika ada sengketa soal kontrak artis dan agensi. Sehingga hal ini menjadi lebih sulit apabila agensi mendapatkan kasus serupa.


"Bahkan jika gugatan diajukan karena adanya gangguan, bukti yang dapat dibuktikan atau bagian yang dibandingkan tidak jelas. Karena tidak ada standar dan bentuk hukumannya tidak ditetapkan, menurut saya (tempering) jadi lebih aktif," paparnya.

Sebelumnya pada 29 Agustus, Politikus Ha melalui laman Facebook resminya mengungkap rencananya mengajukan RUU Pengembangan Seni dan Budaya Populer atau yang disebut dengan "FIFTY FIFTY Act". Politikus Ha merasa perlu mencegah "pencurian" talenta dari agensi kecil menengah dari pihak yang ingin mendulang keuntungan sebesar mungkin.

Politikus Ha menyatakan, "Oleh karena itu, untuk melindungi dan secara sistematis mendukung usaha kecil dan menengah di bidang budaya dan seni populer, revisi sedang dibahas dengan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Kami bermaksud untuk memperkuat perlindungan dan dukungan di tingkat pemerintah sehingga lembaga-lembaga kecil dan menengah dapat menjalankan bisnis dengan aman, dan melalui hal ini, mendorong pertumbuhan kualitatif K-pop. Kami akan memberikan rinciannya segera setelah rancangan undang-undang tersebut dibuat."

Sejak Juli 2023, FIFTY FIFTY tengah bersengketa dengan ATTRAKT meminta penangguhan kontrak mereka. Sebelumnya, agensi menuduh pihak luar telah membujuk para member untuk mengakhiri kontrak dan menuntut The Givers atas hak cipta "Cupid".

(wk/inta)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait