Menurut agensi FIFTY FIFTY, ATTRAKT, narasumber tersebut mengklaim dirinya sebagai sumber internal agensi dan membuat pernyataan palsu terkait CEO Jeon Hong Joon.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 11 Oktober 2023 - 18:58 WIB
WowKeren - Agensi FIFTY FIFTY, ATTRAKT, mengambil langkah hukum terhadap narasumber yang diwawancarai di program SBS "Unanswered Questions". Menurut ATTRAKT, narasumber tersebut mengklaim sebagai sumber internal dan membuat pernyataan palsu terkait CEO Jeon Hong Joon.
"Tuan A, yang berpura-pura menjadi orang dalam dan diwawancarai di SBS 'Unanswered Questions' episode 1365 'Billboard and Girl Groups – Who Broken the Wings' yang ditayangkan pada 19 Agustus menjadi terlapor karena memberikan informasi palsu," terang pihak Attrakt.
"Kami mengajukan pengaduan ke Kantor Polisi Gangnam pada tanggal 11 atas kerusakan," tambahnya.
Dalam program "Unanswered Questions" episode khusus FIFTY FIFTY, Tuan A menyebut sang CEO agaknya ingin menghasilkan banyak uang kala lagu "Cupid" milik girl group-nya meledak. "Sampai anak-anak debut, mereka tidak pernah datang di evaluasi akhir bulan," ujar Tuan A.
Menurut Kim Byeong Ok selaku pengacara ATTRAKT, pernyataan tersebut berdampak signifikan pada reputasi sang CEO. "Klaim palsu ini telah merusak reputasi sosial karena ada kemungkinan besar bahwa semua upaya tulus CEO Jeon Hong Joon akan dianggap tidak lebih dari menciptakan citra palsu," papar Byeong Ok.
Sementara itu, salah satu pejabat ATTRAKT mengatakan bahwa identitas Tuan A dalam episode "Unanswered Questions" itu masih belum bisa dipastikan. Mereka bahkan tidak tahu apakah Tuan A benar-benar bekerja di Attrakt atau tidak.
"Kami akan mengajukan tuntutan pidana tanpa keringanan hukuman terhadap Tuan A, yang melakukan wawancara palsu," tegasnya.
Sebelumnya, "Unanswered Questions" episode FIFTY FIFTY menerima banyak keluhan dari pemirsa. Episode tersebut menimbulkan kritik terhadap bias dan ketidakadilan hingga banyak dikeluhkan ke Komisi Standar Komunikasi Korea (KCSC).
Sementara itu, "Unanswered Questions" sendiri telah merilis permintaan maaf resmi terkait episode FIFTY FIFTY tersebut. Mereka menyatakan bahwa programnya tidak bermaksud memihak salah satu pihak atau memiliki kepentingan tersendiri dalam pelaporannya.
"Pertama, menyimpang dari niat produser, siaran tersebut akhirnya menyakiti hati banyak staf yang bekerja di lokasi untuk K-Pop, serta banyak penggemar yang menyukai K-Pop. Untuk itu kami mohon maaf sebesar-besarnya. Kami telah mencamkan kritik dan kata-kata yang dikirimkan kepada kami oleh Serikat Manajemen Korea dan Serikat Produksi Selebriti Korea," demikian pernyataan tim "Unanswered Questions".
(wk/Bert)