Awalnya, Veri Afandi mengaku iseng menginstal beberapa aplikasi pinjol. Pria yang sempat dikabarkan dekat dengan Mawar AFI itu pun menduga jika datanya telah disebarluaskan.
- Diah Candra Trisanti
- Jumat, 05 Januari 2024 - 19:43 WIB
WowKeren - Nama Veri Afandi alias Veri AFI mendadak jadi sorotan. Penyanyi jebolan "Akademi Fantasi Indosiar" season pertama ini mengaku telah menjadi korban pinjaman online (pinjol). Ia pun melaporkan aksi tindak teror oleh oknum aplikasi pinjol ke Polres Bogor.
Awalnya, Veri mengaku iseng mengunduh beberapa aplikasi pinjol. Ia bermaksud mempelajari syarat dan ketentuan serta langkah-langkah cara kerja aplikasi tersebut. Ia pun mencoba masuk dan mendaftar.
"Saya pernah install beberapa aplikasi pinjol untuk dipelajari, niatnya buat jaga-jaga jika nanti butuh tambahan modal usaha. Saya tidak tahu mana yang legal dan mana yang ilegal, dan apa bahayanya pinjol ilegal selain bunga yang tinggi," ungkap Veri pada Kamis (4/1). "Ternyata untuk masuk atau daftar langsung foto KTP, verifikasi wajah beserta memasukkan nomor rekening. Selesai registrasi langsung muncul nominal limit yang bisa dipinjam. Saya langsung cek atau simulasi jika pinjam sekian tenornya berapa lama dan bunganya berapa."
Meski tidak jadi melakukan pinjaman, data Veri diduga disalahgunakan dan disebar. Sekitar 14 Desember 2023 lalu, muncul tagihan pembayaran. Padahal, Veri sendiri merasa tidak pernah meminjam. Namun, sejumlah dana telah masuk ke dalam rekeningnya. Mau tidak mau, pria yang sempat dikabarkan dekat dengan Mawar AFI ini pun membayarnya.
Atas kejadian tersebut, Veri mengaku rugi sampai puluhan juta. "Kalau kerugian ditaksir puluhan juta sih ya. Kalau kejadian secara singkat saya pernah menginstal aplikasi pinjol dan saya cek mana yang legal dan ilegal. Pinjol yang ilegal ini terdapat bunga yang tinggi dan tenor yang ditawarkan 7 hari," tambah Veri.
Seakan tidak ingin ada korban lain yang jatuh, Veri kembali memperingatkan publik melalui unggahan Instagram pribadinya pada Jumat (5/1). Ia berharap agar publik berhati-hati dengan jebakan pinjol.
"Guys.. Hati2 dengan pinjol, terutama yg ilegal, yg bahaya bukan cuma tenor singkat dan bunganya yg tinggi, tapi penyalahgunaan data adalah yg paling bahaya.. Saat pertama masuk kita akan diarahkan untuk memasukkan data dan no rek lalu akan muncul limit pinjaman [sic!]," tulis Veri. "Dan saat itu pula IT mereka bisa memanipulasi data kita, bahkan bisa dimasukkan sebagai peminjam di 60 aplikasi atau lebih, hasilnya kita akan dipaksa meminjam atau diteror tagihan fiktif [sic!]."
"Pelajaran buat aku dan masyarakat ya, ternyata sdh banyak yg menjadi korban tagihan fiktif ini, hari ini aku terima 2 DM yg mengalami pengalaman serupa.. [sic!]," tandas Veri.
(wk/diah)