Tamara Tyasmara hadir sebagai saksi pada 5 Februari terkait kasus kematian sang putra, Dante. Bersikap kooperatif, pihak Tamara menyangkal menutupi fakta terkait penyebab meninggalnya Dante yang diduga ditenggelamkan.
- Ria Susilo Wardhani
- Senin, 05 Februari 2024 - 14:51 WIB
WowKeren - Tamara Tyasmara muncul ke hadapan publik usai eks suaminya, Angger Dimas, mengungkit dugaan anak mereka ditenggelamkan atau dibunuh. Dalam sesi jumpa pers, Tamara diwakili kuasa hukum Sandy Arifin itu bersedia menjadi saksi bersama sang sopir.
Jelang pemeriksaan pada 5 Februari di Polda Metro Jaya, Tamara menyangkal keras menolak autopsi jenazah Dante. Kubu Tamara juga menegaskan kalau tak ada sesuatu yang ditutupi terkait meninggalnya Dante.
"Nggak ada penolakan dari awal," tegas Tamara. "Ya jadi klien kami juga tidak pernah menyampaikan bahwa bilamana ada permintaan untuk visum ataupun juga untuk autopsi klien kami tidak pernah menolak justru klien kami meminta untuk lebih jelas perkaranya agar bisa kelihatan semuanya terjadinya seperti apa. Jadi nggak ada yang ngumpetin, dia nggak tahu juga (soal prosedurnya). Klien kami bilamana diperlukan visum ataupun autopsi atau segala macem yang diperlukan untuk kepentingan penyelidikan kepentingan hukum yang berjalan klien kami bersiap ya," ujar Sandy.
Tamara maupun Sandy juga masih bungkam soal sosok terlapor yang diduga bertanggung jawab atas kematian Dante. "Belum (ada terduga pelaku) masih dalam penyelidikan yang pasti klien kami akan membuka semua penyelidikan ini. Seperti dititipkan ke siapa. Pada waktu kapan. Jamnya juga akan diperinci. Kemarin kita masih sebatas konsul. Hari ini akan dituangkan semua ke dalam BAP juga saksi-saksinya akan lebih detail," terang Sandy.
Sandy juga membeberkan jika Tamara hingga kini belum melihat CCTV terkait kematian Dante. "Sejauh ini belum (melihat CCTV) karena sudah di ranah penyidik. Jadi masih dalam proses penyidikan nanti mungkin kalau misalkan memang sudah diizinkan Tamara untuk melihat baru kita akan lihat," ujar Sandy.
Sebelumnya,Tamara juga sudah mengunggah pernyataan panjang usai dihujat karena melakukan open donasi. Dikira cuek dan tak sedih, Tamara justru blakblakan masih merasa sedih atas kepergian Dante. Selain itu, ia juga berjanji akan terus berjuang demi mengetahui kebenaran di balik meninggalnya sang putra.
""Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya memohon doanya agar saya terus kuat dalam memperjuangkan kebenaran terkait meninggalnya anak saya. Saya tidak diam, saya terus berjuang & percayakan semuanya kepada Pihak yang berwajib, Polda Metro Jaya. Saya akan terus ikuti proses hukum yang sedang berjalan, dan saya yakin semua kebenaran akan terungkap (dan semua akan tahu apa yang sebenarnya terjadi)," tulis Tamara dalam postingan IG Story pada 5 Februari. "Sekali lagi mohon doanya. Semua Ibu pasti bisa merasakan apa yang saya rasakan saat kehilangan seorang anak, dan tidak semua yang sedang saya rasakan/ alami dan saya lakukan utk anak saya, saya tuangkan kesemuanya di sosial media/ media lainnya. Saya saat ini akan fokus untuk memperjuangkan anak saya, ditengah saya masih berduka akan kehilangan anak saya tercinta. Hanya itu yang saya ingin lakukan saat ini. Mohon doanya semua Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT. Terimakasih."
(wk/riaw)