Polisi menyatakan bakal segera mengungkap tersangka atas kasus kematian putra Tamara Tyasmara, Dante. Pakar Kriminolog lantas berbicara soal kemungkinan Tamara bisa berstatus sebagai tersangka.
- Sisilia Rizky Azalea
- Jumat, 09 Februari 2024 - 07:54 WIB
WowKeren - Tamara Tyasmara tengah fokus menghadapi kasus penyelidikan kematian sang putra, Dante. Polisi menyatakan ada unsur pidana di balik kasus kematian Dante. Bahkan pihak polisi kabarnya akan segera melaksanakan gelar perkara dan mengungkap sosok tersangka.
Sayangnya, pihak polisi belum mau mengungkap sosok yang berindikasi dijadikan tersangka. Namun, ahli Krimonolog berbicara soal kemungkinan Tamara sebagai ibu ikut dijadikan tersangka lantaran dianggap lalai menitipkan sang putra pada pihak yang bukan keluarga.
”Hari ini update kasus almarhum Dante bahwa hari ini kami penyidik telah menerima hasil digital forensik berupa rekaman CCTV yang menyatakan bahwa rekaman CCTV tersebut asli dan tanpa editan, dan kemudian hari ini juga kami telah mendapat hasil dari kedokteran forensik terkait kegiatan ekshumasi kemarin, kedepan akan penyidik akan melaksanakan gelar untuk menentukan siapa tersangka dalam kasus ini,” kata AKBP Rovan Richard Mahenu selaku Kasubdit Jatanras Dirreskrimum. “Untuk hasil CCTV dan semuanya akan kami ungkap dalam gelar perkara karena untuk mencegah pelaku melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.”
Menurut ahli Krimonolog, Adrianus Meliala, kematian Dante adalah kasus yang sederhana. Adrianus berpendapat, kecil kemungkinan ada unsur pembunuhan lantaran sosok Tamara merupakan publik figur yang dikenal oleh banyak orang.
”Yang pertama tentu ini kasus sederhana sebetulnya, karena kalau pun ini misalnya kasus pembunuhan, maka semua yang diduga sebagai pelaku ada di situ, ada di lokasi, kemudian modusnya yang bersifat apakah itu kecelakaan, atau ada penyakit. Jadi dengan kata lain ini sebenarnya kasus sederhana, ketimbang kalau melibatkan banyak orang, melibatkan lokasi yang bermacam-macam, tentu menjadikan lebih susah penanganannya,” kata ahli Kriminolog, Adrianus Meliala kepada CumiCumi.com.
”Ya tentu fakta saja yang bicara ya, tapi tentu saja kalau kita lihat korbannya anak dan orangtuanya adalah orang-orang entertainment, maka rasanya tentu kecil sekali,” tutur Adrianus.
Lebih lanjut, Adrianus menyebut pihak orangtua bisa berpotensi dijadikan tersangka bila di tengah penyelidikan ditemukan kelalaian. Pasalnya, Dante kabarnya sempat muntah sebelum berenang. Tamara dalam hal ini bisa dikatakan lalai jika membiarkan sang putra berenang padahal kondisi Dante tengah sakit.
”Saya kira nanti Polri akan membuat dulu posisi kasus ya, misal yang bersangkutan dinyatakan meninggal karena sakit atau lemas dan seterusnya, maka kita bicara siapa yang paling bertanggung jawab terhadap keberadaan anak, jadi misal di situ ada orangtua, maka orangtua lah yang bertanggung jawab, atau ketika orangtua itu sudah deligasikan kepada babysitter atau ART, maka tentu dianya yang tanggung jawab, jadi saya kira, kita lihat saja, siapa yang mengemban posisi bertanggung jawab tersebut. Apakah itu orangtua atau apakah itu ART yang telah diserahi tugas,” papar Adrianus. “Bisa diruntun ke belakang siapa yang mengajak untuk pergi berenang, lalu siapa yang pada saat pergi berenang harus menjaga, lalu bila orangtua sudah tahu bahwa anaknya sakit, tapi kemudian tetap memaksa untuk berenang, maka tentu saja bisa dikategorikan sebagai lalai, yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain, dalam hal ini anaknya, tentu itu terserah kepolisian apakah akan mentersangkakan orangtuanya misalnya tentu terserah kepada kepolisian.”
Namun, pihak Polda Metro Jaya masih menyelidiki lebih dalam terkait adanya unsur kelalaian dari Tamara, selain sang kekasih yang dicurigai sebagai pelaku di balik kasus kematian Dante. ”Ya nanti itu didalami oleh penyidik ya dalam peristiwa itu, kronologisnya seperti apa itu akan dikumpulkan,” terang Kombes Pol Ade Ary, Kabid Humas Polda Metro Jaya.
(wk/Sisi)