Eks suami Tamara Tyasmara, Angger Dimas, buka suara terkait eks istrinya yang terus dihakimi dan disalahkan atas meninggalnya sang putra, Dante. Angger berusaha memberikan dukungan karena masih menghormati Tamara sebagai ibu dari Dante.
- Ria Susilo Wardhani
- Selasa, 13 Februari 2024 - 15:49 WIB
WowKeren - Tamara Tyasmara hingga kini masih disalahkan hingga dicurigai lalai karena menitipkan Dante sang putra pada sosok YA yang notabene bukan keluarga kandung. Bahkan pakar kriminolog juga mengungkap potensi Tamara sebagai tersangka jika ada indikasi lalai terkait kondisi Dante sebelum berenang.
Terkait hal itu, Angger Dimas mengungkap pesan penting buat masyarakat. Ia berharap masyarakat tak menghakimi Tamara dan menunggu polisi menuntaskan penyelidikan. Angger tetap berusaha memberikan dukungan karena menghormati Tamara sebagai ibu dari Dante.
"Disclaimer aja ya, kita kan normatif ini. Kalau curiga, curiga, biar pengembangan dari kepolisian, gak mau mendahului juga," terang Angger saat jumpa pers 13 Februari di Polda Metro Jaya. "Akan tetap saya kawal, mau bagaimanapun ini nyawa anak saya. Mohon semuanya juga, kita tahu posisi mantan istri saya seperti apa. Mohon sekali, jangan terlalu menekan, kita masih mengikuti hukum di Indonesia. Kita selalu ada positif vibes, saya minta tolong, jangan terlalu menekan, mau bagaimanapun dia ibu dari almarhum anak saya. Be nice. Walau saya sudah tidak ada hubungan dengan Tamara, saya yakin dia sangat sedih. Sebelum ada status (ketetapan hukum), saya minta tolong jangan ada tekanan ke siapapun. Jangan berasumsi."
Angger juga mengakui kalau fase ini memang harus dilalui. Tak hanya Tamara, ia juga sejauh ini berusaha tegar atas kepergian Dante. Ia tak lupa meminta agar publik mendoakan Dante.
"Kita berdua hancur. Itu sesuatu yang harus dihadapi. Sama seperti saya, saya tidak ada di tempat, tiba-tiba terima kabar, ya itu yang harus saya terima," tegasnya. "Saya minta doakan anak saya."
Sementara itu, Angger juga sempat diperiksa polisi terkait kasus kematian Dante. Ia lantas membeberkan sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh polisi.
"Tes psikologi aja sih, kalau misalnya kita kehilangan, kita harus (digali) kejiwaan kita," kata Angger. "Kalau kita kehilangan, apakah kita akan gila. Sekitar setengah jam, pertanyaannya mengalir aja sih, kayak bagaimana, apa kabar, terus apa yang dirasain saat almarhum masih ada."
Sebelumnya, Angger mengungkap reaksi nyelekit usai melihat foto YA memakai seragam oranye. Angger juga mengucap terima kasih pada polisi terkait hasil pemeriksaan YA.
(wk/riaw)