Raffi Ahmad Ungkit Doa Baik usai Prabowo Subianto Tanggapi Tudingan Kecurangan Pemilu
Instagram/raffinagita1717
Selebriti

Raffi Ahmad menunjukkan dukungan pada Prabowo Subianto yang telah mendeklarasikan kemenangan usai unggul berdasarkan hasil penghitungan sementara. Raffi juga mengingatkan tentang doa baik di tengah rumor adanya kecurangan Pemilu.

WowKeren - Raffi Ahmad menjadi garda terdepan pendukung Capres 02, Prabowo Subianto. Raffi mengungkap doa baik di tengah tudingan adanya kecurangan Pemilu.

"Yang paling terpenting adalah Doa yang "BAIK" untuk Mereka semua yang "TERBAIK" โค๏ธ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉSemangat untuk semua perjalanan dan perjuangan yang tulus , dan semua proses pengorbanan panjang itu tidak akan pernah mengkhianati hasil akhir ... Terimakasih orang baik .... ๐Ÿ™๐Ÿ˜‡," kata Raffi.

Di unggahan yang sama, Raffi juga pamer kebersamaan dengan Prabowo dan Mayor Teddy. Postingan ini langsung menuai dukungan banyak pihak.


"Senang rasanya melihat kebahagiaan untuk pak Prabowo Subianto," seru Raffi. "Kesempatan memang tidak datang 2x tapi kesempatan akan selalu ada untuk seseorang yang tidak pantang menyerah ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ," tutur netter.

Sementara itu, Prabowo dan Gibran Rakabuming diketahui unggul dari lawan-lawan mereka berdasarkan hasil penghitungan sementara. Merayakan kemenangan awal itu, Prabowo sempat pula buka suara soal tudingan kecurangan dalam Pemilu. Ia bereaksi santai dan menganggap lumrah hal tersebut.

"Kalau Anda belajar sejarah demikianlah risikonya. Dalam sejarah, karena pergantian pimpinan di setiap tempat mengandung ada yang berhasil dan yang tidak berhasil," terang Prabowo pada awak media, 14 Februari. "Kalau tidak bisa bunuh orangnya, bunuh reputasinya, bunuh namanya, bunuh karakternya. Saya inginkan rakyat saya sejahtera, saya ingin rakyat saya tidak lapar. Saya ingin tidak ada orang usia 70 tahun narik becak, itu keinginan saya, apa yang ditakuti?"

Tak hanya itu, Prabowo juga mengungkap petuah bijak dalam deklarasi kemenangan hasil quick count di Istora Senayan, 14 Februari. Ia mengingatkan tentang pepatah mikul duwur, mendhem jero.

"Ajaran orangtua kami, mikul duwur, mendhem jero. Bagi yang bukan orang Jawa, itu artinya, mengangkat yang baik dan memendam yang kurang baik," kata Prabowo. "Ini ada dalam budaya kita. Rakyat Indonesia tidak suka menjelek-jelekkan, tidak suka saling menghujat. Saya mengajak, mari kita lupakan kata-kata yang kasar (saat kampanye sebelum Pemilu digelar)."

(wk/riaw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait
Berita Terbaru