Kekasih Tamara Tyasmara, yakni tersangka YA ternyata memiliki jabatan gak kaleng-kaleng. Terkuak pula hasil tes kejiwaan YA usai disebut tenggelamkan Dante sebanyak 12 kali.
- Sisilia Rizky Azalea
- Kamis, 15 Februari 2024 - 12:27 WIB
WowKeren - Tamara Tyasmara tengah berduka usai sang putra, Dante, meninggal tenggelam. Ironisnya, Dante diduga sengaja ditenggelamkan oleh kekasih Tamara sendiri, YA yang kini telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Sebelum menjadi tersangka, YA ternyata memiliki profesi yang cukup mentereng.
Polisi mengungkap bahwa pacar Tamara itu bekerja sebagai Direktur. Kabarnya kekasih Tamara ini bekerja di salah satu perusahaan angkutan jasa. Hal itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi.
”Iya benar, informasinya (jabatannya) direktur,” kata Kombes Ade Ary kepada awak media, Selasa (15/2).
Namun, kantor tempat YA bekerja itu tak terletak di Jakarta, melainkan di Palu, Sulawesi Tengah. Selain angkutan jasa, perusahaan YA itu juga menyediakan jasa travel agency. Sayangnya, belum diketahui nasib karier YA pasca ditangkap oleh pihak polisi.
Penangkapan YA itu terjadi pada Jumat, (9/2). Ia ditangkap usai terindikasi melakukan pembunuhan berencana terhadap putra Tamara dan DJ Angger Dimas.
”Penyidik telah melakukan penangkapan terhadap saudara YA terkait peristiwa meninggalnya putra saudari Tamara,” ujar Kabid Humas Polda metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam, pada Jumat (9/2). “Betul (pelaku kekasih Tamara dan telah ditetapkan tersangka).”
Hasil tes kejiwaan sementara YA juga sudah dirilis oleh pihak kepolisian. YA dinyatakan tak mengalami gangguan jiwa berat sehingga dirasa sanggup untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menjalani serangkaian proses pemeriksaan. Pasalnya, netizen sempat meragukan kesehatan mental YA usai perbuatannya ke Dante dianggap sangat keji.
”Dalam pemeriksaan psikologi yang kami lakukan, ada wawancara investigatif dan wawancara mental. Kami juga memantau percakapan dan kegiatan di media sosial untuk memantau psikologi tersangka. Masih kami dalami, pemeriksaan masih berlangsung. Kami masih melihat aspek verbal dan non verbalnya, kami masih mencoba memahami secara lebih komprehensif,” kata dokter Nathanael dari tim psikologi forensik. “Selama pemeriksaan, tersangka cukup kooperatif dam tidak ditemukan indikator gangguan jiwa yang berat. Tersangka bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.”
(wk/Sisi)