Soyou eks Sistar mengalami jadi korban pelecehan seksual baik secara verbal maupun fisik. Penyanyi yang pernah digosipkan kencan dengan Lim Young Woong itu juga mencoba berbagai cara untuk menghukum pelaku.
- Intan Maharani
- Selasa, 14 Mei 2024 - 16:29 WIB
WowKeren - Soyou (Soyu) eks SISTAR telah mencoba berbagai cara untuk menghukum pelaku pelecehan seksual terhadap dirinya. Sebagai perempuan, pemilik nama asli Kang Jihyun itu sudah pernah mengalami pelecehan baik secara verbal maupun fisik.
Pada 13 Mei 2024, video Soyou bersama Dasom sebagai tamu acara minum-minum Shin Dong Yup ditayangkan. Kesempatan itu digunakan Soyou menceritakan tentang kejadian tidak menyenangkan kaitannya dengan pelecehan.
Saking seringnya, Soyou sudah mencoba menggugat pelaku pelecehan dan bahkan mengejarnya jika mengalami kekerasan seksual secara fisik. Pokoknya, pelantun “Some” itu enggan tinggal diam.
“Jujur, ada banyak selebriti pria yang mengirimkan bagian tubuhnya sendiri (melalui DM Instagram). Mereka banyak mengirimkan foto memegang bagian tubuhnya sendiri,” kata Soyou.
Menanggapi pengakuan itu, MC Shin bertanya, “Bukankah itu masalah hukum?”
Tak tinggal diam, Soyou selalu mencoba upaya hukum untuk menggugat mereka. Namun, untuk mencari seseorang di balik akun asing tidaklah mudah.
“Aku menggugat pemberi komentar ahat, tetapi karena Instagram adalah akun asing, sulit untuk menangkapnya,” aku Soyou.
Kemudian, Soyou memberikan contoh pesan yang diterimanya dari oknum tidak bertanggung jawab. Mereka mengirimkan pesan yang tidak sopan dan jauh dari kata pantas.
“Dia mengirim banyak pesan yang bilang dia bisa memuaskanku,” beber Soyou.
“Kalau begitu, tidak bisakah aku mengharapkan balasan darimu yang berbunyi, ‘Maaf, aku tidak bisa memuaskanmu’,” ujar MC Shin.
Selain pelecehan seksual secara verbal di media sosial, Soyou juga mengalaminya saat berada di transportasi umum. Seseorang pernah menyentuh pantatnya tanpa izin dan membuatnya mengejar pelaku.
“Ketika AKU tiba di stasiun berikutnya, pintu terbuka dan dia memegangnya lalu melarikan diri, jadi aku berkata, 'Kamu bajingan!',” kenang Soyou.
Dengan berseru demikian, agaknya Soyou berharap orang di sekitarnya mengetahui bahwa ada pelaku pelecehan. Ia pun berusaha mengejar pelaku untuk menghukumnya, tetapi tidak bisa menangkapnya.
“Aku mengejarnya, tapi aku tidak bisa menangkapnya,” ujarnya.
Kemudian, Soyou belajar untuk melindungi dirinya dari pelaku penyerangan seksual di tempat umum. Dengan demikian, ia bisa langsung memberi pelajaran pelaku jika terjadi kejadian tidak mengenakkan lagi.
“Setelah itu, ketika aku merasakan seseorang menyentuhku, aku mendorongnya dengan sikuku. Jika kamu melanjutkan perilaku ini, seseorang akan melepaskanmu. Lalu kamu akan memihakku. Ada banyak orang yang membantuku,” terang Soyou.
(wk/inta)