Kontroversi mengenai dugaan plagiarisme dalam dunia musik kembali mencuat. Kali ini, grup TWS dituding telah menjiplak lagu ‘Knock Out’ dari GD&TOP. Sejumlah fans menyuarakan kegelisahan mereka di media sosial.
- Intan Maharani
- Selasa, 16 Juli 2024 - 10:57 WIB
WowKeren - TWS baru saja merilis “Double Take”, tetapi mereka sudah mendapatkan reaksi beragam dari fans hingga non fans. Boy grup besutan Pledis Entertainment ini diduga plagiat lagu G-Dragon dan T.O.P alias GD&TOP berjudul “Knock Out”.
Segera setelah MV “Double Take” milik TWS dirilis, banyak fans menemukan kemiripan dari aspek lagu hingga MV “Knock Out”. Kemiripan ini pun memicu perdebatan di antara penggemar.
Meskipun banyak yang kecewa dengan kemiripan itu, OP di media sosial meminta agar TWS tidak dihujat. Karena bagaimana pun, perilisan lagu dan segala konsep ditentukan oleh agensi sendiri.
“Aku tahu bahwa para anggota tidak bersalah dalam hal ini jadi aku tidak berencana untuk membuat video mengenai hal ini, tapi apakah ini benar? Sebagai seorang penggemar, ini membuatku merasa tidak enak dengan betapa miripnya mereka membuat lagu ini (Tolong jangan menyumpahi artisnya, menyumpahi agensi yang memilih lagu mereka),” kata OP.
Namun, ada juga yang masih ragu untuk menyebut ini sebagai plagiarisme.Menariknya, meski banyak yang setuju bahwa lagu tersebut sangat mirip, beberapa menganggap hal ini sebagai sebuah bentuk penghormatan atau homage ketimbang plagiarisme.
Selain itu, aspek visual dari MV juga menjadi perbincangan. Meski banyak yang berpendapat serupa, ada juga yang menganggap kesamaan dalam MV ini sedikit berlebihan.
"Mirip sekali, bagaimana orang merasa tidak yakin dengan hal ini?" kata salah satu netizen. "Dengan bagian itu saja, aku bahkan tidak akan menyebutnya sebagai referensi, mungkin hanya penghormatan?" sahut netizen lain. "Memang terasa seperti referensi, tapi kenapa orang merujuk dari orang lain dulu..?" imbuh yang lain.
"Bahkan lagunya terdengar mirip, terutama bagian setelahnya? Saya merasa semua orang yang pernah mendengar Knock Out di masa lalu akan berpikir ini adalah plagiat," komentar seorang netizen. "MVnya mirip, lagunya mirip, dan liriknya mirip. Apakah ini semua kiasan yang umum?," sambung netizen yang lain.
"Tampaknya benar jika berasumsi mereka menggunakannya sebagai referensi, tapi menurut saya sulit untuk menyebut ini plagiarisme. Hanya liriknya yang dipilih serupa, namun alur lagu secara keseluruhan terasa berbeda," ujar lainnya.
Diskusi ini memperlihatkan bahwa dalam dunia musik, batasan antara inspirasi dan plagiarisme seringkali kabur dan membuka ruang bagi berbagai interpretasi.
(wk/inta)