TWS debut pada Januari 2024 di bawah naungan agensi Pledis Entertainment. Grup ini merilis single 'Last Bell' pada 25 November lalu. TWS belum lama ini juga didapuk menjadi brand ambassador Celine.
- Farida Amalia Dwi Yanti
- Rabu, 05 Februari 2025 - 13:15 WIB
WowKeren - Hanjin TWS belum lama ini menuai kecaman publik karena menyebut kimchi sebagai "pao cai". Itu adalah istilah yang dipakai masyarakat Tiongkok untuk acar sayuran mereka. Sang idol juga menuai kritikan dari profesor populer Korea bernama Seo Kyung Duk.
Kontroversi dimulai pada 1 Februari KST ketika Hanjin menanggapi pertanyaan penggemar di platform Weverse. Sang idol ditanyai, "Apakah kamu makan?". Hanjin lantas menjawab, "Aku makan kimchi jjigae", tetapi menambahkan istilah Tiongkok "pao cai" dalam tanda kurung.
Pao Cai adalah hidangan acar sayuran Tiongkok yang berbeda dari kimchi. Pada tahun 2021, Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan secara resmi menetapkan "xin qi" sebagai terjemahan bahasa Mandarin yang tepat untuk kimchi, demi memperkuat identitas budaya.
Alhasil, Hanjin menuai kecaman dari warganet. Lalu pada 5 Februari, profesor Kyung Duk menuliskan kritikan panjang lebar untuk sang idol. Sang profesor awalnya menulis, "Aku telah menerima banyak sekali laporan tentang hal ini."
"Anggota TWS Hanjin melabeli kimchi sebagai 'pao cai' saat berkomunikasi dengan penggemar di aplikasi sosial, yang telah memicu kontroversi," imbuhnya. Profesor Kyung Duk lantas memberikan penjelasan bahwa warga Tiongkok secara keliru menganggap kimchi sama dengan pao cai.
"Seperti yang diketahui banyak orang, kimchi Korea dan 'pao cai' Tiongkok adalah makanan yang sama sekali berbeda. Tiongkok telah secara keliru mengklaim bahwa kimchi berasal dari 'pao cai' dan bersikeras bahwa itu adalah bagian dari budaya mereka," imbuh sang profesor.
Selanjutnya, profesor Kyung Duk menegaskan kalau Hanjin sudah melakukan kesalahan dengan menyebut kimchi sama dengan pao cai. "Mengingat keadaan ini, pilihan kata Hanjin tidak bisa disangkal merupakan kesalahan. Sebagai tokoh publik dengan pengaruh yang signifikan, ia seharusnya lebih berhati-hati dan memperhatikan sentimen budaya Korea," sambungnya.
Terakhir, profesor Kyung Duk menekankan pentingnya mencegah insiden serupa di masa mendatang. "Ini bukan pertama kalinya selebritas yang aktif di Korea dan Tiongkok salah memberi label kimchi sebagai 'pao cai' dalam video atau unggahan media sosial," tegasnya.
"Kita harus lebih waspada untuk mencegah Tiongkok menggunakan kasus seperti itu sebagai pengaruh dalam pertikaian budaya," pungkas profesor Kyung Duk. Usai dikritik, Hanjin sudah menghapus komentarnya, tetapi sang idol dan agensi belum memberikan klarifikasi.
Sementara itu, TWS debut pada Januari 2024 di bawah naungan agensi Pledis Entertainment. Grup ini terakhir comeback dengan merilis single "Last Bell" pada 25 November lalu. TWS belum lama ini juga didapuk menjadi brand ambassador untuk merek populer Celine.
(wk/amal)