Ibu Indah Permatasari, Nursyah, hingga kini masih ngotot menganggap putrinya jadi korban ilmu hitam Arie Kriting. Tak disangka, Arie bongkar fakta mengejutkan di balik tudingan tersebut.
- Ria Susilo Wardhani
- Sabtu, 31 Agustus 2024 - 12:11 WIB
WowKeren - Arie Kriting selama ini dikenal tertutup perihal tudingan sang mertua, Nursyah, kalau ia memakai ilmu hitam untuk mendapatkan Indah Permatasari. Namun, Arie baru-baru ini mematahkan tudingan dari ibu Indah, Nursyah, tersebut saat ngobrol dengan Daniel Mananta.
Arie membeberkan jika kabar dirinya memakai ilmu hitam untuk mencuri hati Indah itu tidak benar. Justru, Arie malah memberikan makanan spesial buat Indah bak menegaskan kalau ia tak memakai ilmu apapun.
"Jujur ya, lo enggak pernah pakai ilmu hitam untuk menarik Indah?" tanya Daniel. "Ya enggak mungkin lah bang, insyaallah enggak mungkin," kata Arie. "Lo yakin enggak pakai ilmu hitam, seperti kasih sesuatu di makanan?" tanya Daniel. "Tidak ada bang biar sedikit juga," seru Arie.
Rupanya, Arie memberikan Indah makanan berbahan daun kelor. Ia akhirnya tahu khasiat daun tersebut setelah diberitahu banyak orang yang menyaksikan postingannya saat ia dan Indah makan masakan berbahan daun kelor.
"Indah sudah saya kasih makan kelor, kalau orang tahu ilmu hitam, daun kelor itu bisa menghilangkan semua pengaruh ilmu hitam," ujarnya. "Kita itu tidak sadar waktu itu kita posting saat kita makan dan saat itu Indah lagi makan daun kelor dan banyak yang komentar menunjukkan nih kalau tidak pakai ilmu hitam. Saya juga tidak tahu kalau fungsi daun kelor bisa menghilangkan ilmu hitam."
Sementara itu, Arie sempat membeberkan jika Indah memang sangat menyukai daun kelor. Sampai-sampai, Arie pun rela berburu ke pasar demi mencarikan sayur kesukaan sang istri.
"Indah orang paling sederhana sekali, makanya saya cocok sama dia karena kebiasaan kami cukup banyak yang sama. Dia masa kecilnya di Makassar, saya juga di Buton, jadi kami sebenarnya masih sama-sama orang Sulawesi," kata Arie. "Makan-makan kesukaan Indah memang sederhana-sederhana seperti makanan rumahan lah. Nggak terlalu repot (makanan Indah), karena dia suka daun kelor. Sebenarnya agak repot karena daun kelor enggak dijual di pasar dan swalayan. Susah nyari daun kelor, biasanya jadi memang harus nemu yang menanam. Kami sampai cari daun kelor ke Depok. Kami nyari-nyari daun kelor. Alhamdulillah-nya ada keluarga yang di Depok jadi sering dikirimi."
(wk/riaw)