Pemecatan Shin Tae Yong sebagai pelatih Timnas Indonesia membuat banyak pihak prihatin. Marselino Ferdinan salah satu andalan Timnas hingga artis Arie Kriting ungkap keprihatinan atas kabar buruk pemecatan STY.
- Ria Susilo Wardhani
- Selasa, 07 Januari 2025 - 09:27 WIB
WowKeren - Dunia sepak bola Tanah Air tengah berduka. Pasalnya, pelatih kesayangan Indonesia, Shin Tae Yong, telah resmi dipecat sebagai pelatih Timnas.
Salah satu pemain Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan, ungkap kesedihan atas pemecatan STY. Ia merasa sangat kehilangan mengingat selama ini cukup dekat dengan sang pelatih.
"Bos, aku cuma ingin mengucapkan terima kasih untuk semua hal yang sudah kamu lakukan dan sampai bertemu kembali kelak di masa depan," kata Marselino. "Sampai bertemu di bulan Maret dan kami akan tetap bersatu dalam tugas selanjutnya. Aku sangat bangga dapat berbagi meja selama 4 tahun dengan dirimu. Aku merasa seperti kehilangan duniaku."
Selain pemain timnas, artis sekaligus komika Arie Kriting juga ungkap keprihatian atas pemecatan STY. Ia sempat lontarkan sindiran keras terkait kerasnya bekerja di Indonesia.
"Gimana ya perasaan coach STY (Shin Te-yong) sekarang? Mungkin dia mikir, kok gini amat ya kerja di negeri Konoheee," kata Arie. "Katanya Piala AFF bukan prioritas, pas kalah kok malah dipecat. Kocak deh."
Suami Indah Permatasari ini tak lupa sematkan video gif sosok pria yang tertawa geli. Unggahan Arie ini langsung tuai beragam komentar. Yang menarik, sebagian netter malah setuju jika STY diganti.
"Dia di kasih kebebasan buat milih pemain di aff tapi faktanya pemain2 yg dipilih malah ga bisa jalanin gameplan yg dia mao. Harusnya dia tau kualitas pemain2 yg dia pilih. minimal gameplan yg dia mao bisa berjalan karena pemain2 yg tampil di aff itu pemain2 yg dia pilih," seru netter. "Tapi mending ganti sih, punya pemain level eropa tp taktik sty ga bisa ambil alih permainan, malah counter att. gonta ganti mulu starting 11 nya. lawan arab ya emang harus nya menang, 80% pemainnya kaga main inti di klub ke gusur pemain2 eropa yg main di liga arab," kata yang lainnya.
Sebelumnya, STY dipecat tak lama usai Timnas Indonesia meraih hasil buruk di gelaran Piala AFF 2024. Namun, Ketua PSSI Erick Thohir tegaskan pemecatan STY bukan karena hasil di Piala AFF tersebut.
"Semua pertandingan yang kita ikuti ada evaluasi. Saya bilang kita melihat Indonesia vs China. Kalau dipikir-pikir terlihat ambisius padahal tidak, kita menghitung strategi atau target-target angka kemenangan sudah dihitung," kata Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam pernyataan resminya pada 6 Januari. "Bagaimana kalau kita waktu itu kalah dari Saudi, apakah ada preskon hari ini? Sudah pasti gagal ke Piala Dunia karena poinnya tidak ada. Justru karena 4 laga ini kita berharap bisa menimba poin. Jadi sekecil apapun harus kita perbaiki, itu yang kita harapkan."
Erick juga beberkan soal kriteria pelatih yang diharapkan bisa memimpin Timnas. "Kita melihat perlunya ada pimpinan yang bisa lebih menerapkan strategi yang tentu disepakati oleh para pemain, komunikasi yang lebih baik, dan implementasi program yang lebih baik untuk Timnas Indonesia," serunya.
(wk/riaw)