Terkait insiden itu, Jessi sudah meminta maaf dan menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal pelaku pemukulan. Namun, korban buka suara menuding pelaku penyerangan kenal Jessi.
- Farida Amalia Dwi Yanti
- Selasa, 15 Oktober 2024 - 09:13 WIB
WowKeren - Jessi belum lama ini dikaitkan dengan insiden pemukulan terhadap fansnya. Pada 11 Oktober, media setempat merilis CCTV yang menunjukkan penyanyi kelahiran tahun 1988 itu ikut menyaksikan fansnya dipukuli seorang pria.
Terkait insiden itu, Jessi sudah meminta maaf dan menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal pelaku pemukulan. "Pada saat itu, terjadi insiden di mana penggemar itu tiba-tiba diserang oleh seseorang yang baru pertama kali aku temui hari itu," ungkapnya.
Akan tetapi, pernyataan Jessi itu dituduh sebagai hal bohong oleh korban pemukulan. Lewat wawancara di program "Crime Chief" JTBC pada 14 Oktober, korban yang masih di bawah umur buka suara terkait insiden pemukulan yang dialaminya.
Dalam wawancaranya, ibu korban awalnya berkata, "Aku langsung melihat permintaan maaf itu, tetapi dia (Jessi) hanya membuat alasan. Mengatakan, 'Mereka tidak terlibat. Orang itu tiba-tiba muncul entah dari mana', itu tidak masuk akal."
Menurut ibu korban, anaknya saat itu melihat Jessi sedang bersama dengan pelaku. "Ketika Jessi berdiri, ia langsung mencoba menangkapnya (si pelaku), tetapi gagal. Kemudian ia (Jessi) hanya berdiri dan menonton saat si penyerang memukul. Mengatakan, 'Aku tidak mengenalnya. Ia tiba-tiba muncul dan menyerang' sungguh menyebalkan," imbuh ibu korban.
Setelah itu, giliran korban yang mengungkap permintaan maaf Jessi kurang tulus. "Sepertinya ia tidak benar-benar merenungkan kejadian itu. Menggunakan frasa 'tanggung jawab moral', sejak awal menunjukkan kurangnya ketulusan," kuak korban.
Korban juga menguak kebohongan Jessi yang mengungkap tidak kenal pelaku. Menurut korban, pelaku yang menyerangnya adalah produser Koala dan sudah beberapa kali bekerja sama dengan Jessi. "Awalnya, ketika (produser Koala) mendekatiku, ia meninju perutku dua kali, dan kemudian terus mendorong kepalanya ke arahku," tutur korban.
Korban juga menuding pelaku terlibat dengan sebuah geng. "Ketika ia bersama teman-temannya, aku mendengar penyebutan tentang sebuah geng. Karena cara berjalan dan bahasa tubuh mereka tampak tidak biasa, aku melakukan riset daring tentang Koala. Dari apa yang aku temukan, tampaknya ia mungkin bagian dari geng Korea," pungkas korban.
Tuduhan bohong yang dilayangkan korban membuat perwakilan hukum agensi Jessi buka suara. Mereka mengungkap, "Koala telah berkolaborasi dengan Jessi dalam pembuatan musik beberapa kali, tetapi Jessi tidak berafiliasi dengan geng mana pun. Kami tidak mengetahui Koala terlibat dengan geng mana pun." Bagaimana menurutmu?
(wk/amal)