Arafah Rianti membela diri soal tudingan tak mau bersosialisasi dan terkesan kurang menghargai warga. Mengaku introvert dan mager, Arafah malah disentil dugaan star syndrom.
- Ria Susilo Wardhani
- Senin, 11 November 2024 - 14:58 WIB
WowKeren - Arafah Rianti tengah jadi sorotan semenjak curhat dilabrak tetangga terkait urusan parkir mobil. Belakangan terkuak jika Arafah tak gabung di grup WA hingga membuat tetangga merasa tak dihargai karena artis cantik itu terkesan tak mau bersosialiasi.
Namun, Arafah gercep membela diri. Ia tegaskan dirinya menjaga privasi dan merupakan sosok yang introvert.
"Aku tuh bocahnya introvert, kayak ya sudah kalau nongkrong ya nongkrong. Kalau kagak ya kagak. Aku juga memang privasi banget. Jadi kayak, 'Aku mah kalau diajakin badminton mah ayo saja'," tegasnya dengan gaya nyablak di depan awak media. "Nongkrong sama orang yang enggak sepantaran sama lo, mager enggak sih, lo? Kayak gue juga mager. Karena kan sudah diwakili sebenarnya. Jadi sebenarnya, enggak masalah. Pak RT-nya enggak masalah kalau sudah ada yang mewakili."
Sayangnya, Arafah malah tuai sindiran netter soal penjelasannya yang mengaku introvert itu. Ia malah dicurigai mengalami star syndrom.
"Tp dr cara dia ngejelasin ke wartawan udh keliatan wataknya yg star syndrom bukan intropert," kata netter. "S*ng*ng ya mbak, gemes juga gw ngeliatnya😂," tutur netter. "Okb gasii 😢 jadi banyak tingkah baru berasa punya duit 😂," kata yang lainnya. "Tetap salah kak. Meskipun Introvert. Kita juga butuh makhluk lain. Ingat manusia itu makhluk sosial🔥," kata netter. "Arafah kamu hidup dilingkungan masyarakat, bertetangga ga boleh belaga introvert.. Gimana nanti klo keluarga ente ada yang meninggal.. Warga plus tetangga mager kgk mau ngelayad.. Bisa gotong sendiri. .?" kata netter. "ATTITUDE GEN Z begini ya??? Bedakan INTROVERT & APATIS ya dek !!!" seru netter.
Baru-baru ini, satpam komplek tempat tinggal Arafah, Zaenal, blak-blakan soal tabiat asli sang artis yang tak pernah ikut hadir untuk kumpul-kumpul terkait sosialisasi aturan komplek. Alhasil, ketua komplek menyerah dan meminta satpam agar Arafah harus membuka dan menutup gerbang clusternya sendiri.
"Dia sendiri ketika kita mau arahin kayak gitu nggak mau datang, nggak mau datang," kata Zaenal. "Nah, disitu kan penghuninya bukan orang susah, orang kaya semua. Ya kalo dibilang sibuk, semua pun juga sibuk. Maksudnya saling ngehargain aja lah. Sampai-sampai ketua komplek ngomong, 'Ya udah lah nggak usah bayar iuran komplek, jadi kalau mau parkir, parkir dimana kek terserah'. Keluarga itu udah beberapa kali diundang, tapi dia nggak dateng mulu sampai perwakilannya pun nggak ada. Jadi ya komplek gerah, sampai akhirnya (meminta Arafah) nggak usah bayar iuran, lo mau markir, mau masuk, keluar masuk, buka sendiri (gerbang cluster), tutup sendiri."
(wk/riaw)