DPR IAN Akui Diperlakukan Brutal saat Masih Jadi Idol K-Pop
Instagram/dprian
Selebriti

Belum lama ini, DPR IAN melakukan siaran langsung di Instagram untuk membahas berbagai topik, termasuk masa-masanya menghadapi kontrak budak sebagai idol K-Pop.

WowKeren - DPR IAN baru-baru ini berbicara tentang masa-masanya sebagai idola K-Pop. Musisi kelahiran tahun 1990 itu memulai kariernya di industri hiburan sebagai member C-Clown, di mana ia menggunakan nama panggung yang berbeda.

C-Clown berpromosi dari tahun 2012 hingga 2015, lalu bubar karena para member mengikuti jalan mereka sendiri. Sejak saat itu, popularitas IAN meningkat pesat karena basis penggemarnya bertambah.

Belum lama ini, IAN melakukan siaran langsung di Instagram untuk membahas berbagai topik, termasuk masa-masanya menghadapi kontrak budak sebagai idol. Ia mengaku pernah menanda tangani kontrak budak untuk 7-8 tahun.

IAN pun mengaku diperlakukan begitu brutal oleh agensinya. Seorang member C-Clown bahkan pernah patah dan mereka berkelahi dengan manajer hampir setiap hari. "Kontrak budak selama 8-7 tahun dari agensi lamaku yang mengacaukanku hampir setiap hari," ujarnya.


DPR IAN Akui Diperlakukan Brutal saat Masih Jadi Idol K-Pop

Source: Naver

"Bahkan tidak, kita tidak berbicara tentang uang, kita berbicara tentang kebrutalan. Tidak diperlakukan seperti manusia, itu sudah biasa, itu bahkan tidak ada di koran sialan itu. Mereka memperlakukanku seperti kotoran anjing," imbuh IAN.

IAN lanjut mengungkap, "Mereka memukuliku, mereka sia*** — mereka mencabut salah satu tulang rusuk memberku. Tidak seperti mencabutnya (secara nyata) tetapi, kamu tahu, seperti mengayunkannya. Kami berkelahi setiap hari dengan manajerku."

IAN juga telah secara terbuka mengakui memiliki D.I.D. atau gangguan identitas disosiatif, suatu kondisi di mana seorang individu memiliki banyak identitas yang berbeda, masing-masing dengan karakteristik, nama, dan riwayat pribadinya sendiri.

IAN menghubungkan peningkatan kondisi ini dengan perlakuan agensi terhadap dirinya dan teman-teman satu grupnya. "Pemerasan adalah hal yang sangat buruk. Dan aku bersumpah pada hari itu juga, semua yang mereka suruh kami lakukan, semua yang mereka lakukan kepadaku, semua yang membuat—yang memicu kemunculan, sia***, peningkatan D.I.D-ku dan [tidak terdengar], kamu hanya perlu memberi mereka anggukan," pungkasnya.

(wk/amal)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait