Song Joong Ki menyebut ibu dari istri tercintanya, Katy Louise Saunders dalam konferensi pers film terbarunya yang mengambil syuting di Bogota, Kolombia. Ia menyebut jika ibu mertuanya juga berasal dari sana.
- Marina Larasati
- Kamis, 19 Desember 2024 - 16:00 WIB
WowKeren - Song Joong Ki bersama para pemain film "Bogota: Land of Last Chance" lainnya mengadakan konferensi pers di Megabox COEX di Gangnam-gu, Seoul pada Kamis (19/12) KST. Pada kesempatan itu, Joong Ki sempat menyinggung sang ibu mertua, orang tua dari istrinya, Katy Louise Saunders yang merupakan orang asli Kolombia.
Film "Bogota: Land of Last Chance" yang akan dirilis pada tanggal 31 Desember mendatang, berkisah tentang orang Korea yang terjun ke pasar penyelundupan di belahan dunia lain di Bogota, Kolombia, pilihan terakhir bagi orang-orang yang tidak punya harapan. Film ini secara resmi diundang ke sesi "Korean Cinema Today - Special Premiere" di Festival Film Internasional Busan ke-29.
Sebagai salah satu tokoh utama, Joong Ki membagikan kisah di balik layar pembuatan film tersebut. Ia sendiri sudah sangat menantikan rilisnya film ini yang mulai diproduksi sejak 5 tahun lalu, tepatnya pada bulan Desember 2019.
Joong Ki berbagi, "Saat syuting film ini, saya juga syuting drama 'Vincenzo'. Pun saat syuting karya ini, saya juga melakukan syuting 'The Youngest Son of a Chaebol Family'. Setelah itu, saya syuting 'Hwaran' dan 'Rogiwan'. Dari segi waktu, film ini adalah yang pertama saya jalankan proses syutingnya dan yang pertama saya pilih."
Ayah dua anak itu melanjutkan, "Karena drama harus memberikan fantasi kepada penonton, saya tidak dapat memilih karya yang suram secara emosional seperti dalam film. Saya pikir saya cenderung berpegang pada selera pribadi saya dalam film."
Dalam film ini, Joong Ki ditantang untuk berbicara dalam bahasa Spanyol. Ada banyak dialog panjang dalam bahasa Spanyol yang harus ia sampaikan. Bagi Joong Ki, tentu hal itu tidak mudah, tapi ia menikmatinya.
"Saya suka melakukan hal-hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Saya juga suka bekerja dengan orang-orang dari budaya baru yang belum pernah saya ajak bekerja sama. Sama seperti saat saya membawakan dialog dalam bahasa Italia dalam 'Vincenzo', saya ingin merasakan bagaimana rasanya berbicara dalam bahasa Spanyol. Saya memilih karya ini karena merangsang rasa ingin tahu saya," jelasnya.
Mengenai syuting di Bogota, Kolombia, ia berkata, "Syuting di luar negeri tidaklah mudah karena ada banyak variabel. Daripada berfokus pada lingkungan yang tidak dikenal, saya mencoba untuk berfokus pada konflik yang terjadi antara warga Korea di negara asing. Saya mencoba banyak berbicara dengan senior dan staf saya, dan saya mendapatkan ide-ide yang tidak terduga selama proses itu. Saya mendapat kekuatan dari rekan-rekan saya dan menjadi akrab."
Film yang menyajikan cerita konflik penduduk Korea di luar negeri ini tentunya akan dibalut dengan beberapa adegan aksi. Namun, Joong Ki menegaskan, "Film kami bukanlah karya di mana orang-orang menembak senjata seperti 'Sicario' atau 'Narcos'. Saya pikir sutradara memilih Bogota, Kolombia karena negara itu memiliki nuansa yang kacau."
Mengenai kekhawatiran bahwa Bogota hanya akan digambarkan sebagai sarang kejahatan, Joong Ki secara tidak langsung membantahnya. Ia pun berbicara mengenai ibu mertua dan keluarga istrinya yang juga tinggal di sana.
"Ibu mertua saya orang Kolombia. Banyak keluarga istri saya tinggal di sana," tutur aktor 39 tahun itu. "Sejauh yang saya tahu, di masa lalu, mereka malu dengan gambar-gambar itu dan berusaha keras untuk menyingkirkannya. Kolombia tempat saya tinggal sangat menarik, sangat canggih, dan makanannya luar biasa. Makanannya benar-benar lezat. Saya juga melihat upaya orang-orang yang berusaha menyingkirkan gambar-gambar itu."
(wk/lara)