Episode terakhir 'When the Phone Rings' memperlihatkan karakter Na Yu Ri (Jang Gyu Ri) yang berada di studio dan sedang membacakan laporan tentang insiden di 2 negara fiksi.
- Farida Amalia Dwi Yanti
- Minggu, 05 Januari 2025 - 15:07 WIB
WowKeren - "When the Phone Rings" tamat di episode ke-12 yang disiarkan pada 4 Januari. Dalam episode terakhir drama populer MBC itu, Hong Hee Joo (Chae Soo Bin) reuni dengan Baek Sa Eon (Yoo Yeon Seok) dan melanjutkan kembali romansa di antara mereka.
Begitu episode terakhir "When the Phone Rings" tayang, kecaman langsung bermunculan dari kalangan penonton. Pasalnya, drama ini memperlihatkan alur yang diduga membela zionis yang di dunia nyata melakukan pembunuhan massal terhadap warga Palestina.
Episode terakhir "When the Phone Rings" memperlihatkan karakter Na Yu Ri (Jang Gyu Ri) yang berada di studio dan sedang membacakan laporan tentang insiden di mana negara Paltima telah menyerang negara Izmael dan telah menyandera warga negara Korea.
Meskipun nama-nama negara itu tampaknya fiktif, penonton dengan cepat menyimpulkan bahwa nama-nama tersebut masing-masing merujuk pada Palestina dan Israel. Banyak yang melontarkan amarah dan kekecewaan terhadap tim "When the Phone Rings" karena alur tersebut.
"Sumpah ini harus viral??! BOIKOT drama, penulis, sutradara, PH, dll. Please ini memutar balikkan fakta dan propaganda jahat lohh parah bgt ini...[sic!]," tulis seorang netizen. "Dah gilak bjir. Untung belom nonton #FreePalestine[sic!]," tambah yang lain.
"Kenapa harus ada plot ke negara argan dah....ngapain harus ke ke negara konflik dah, kenapa tiba2 ada tentang konflik negara dah....sudahlah jatuh tpi sehat wal afiat tbpa gips, lalu ada plot ke negara konflik, hmmmmm[sic!]," pungkas netizen lainnya.
Selama lebih dari setahun, Jalur Gaza di Palestina telah dibombardir dengan kejam oleh Israel, bersama dengan kejahatan terhadap kemanusiaan lainnya yang terdokumentasi, termasuk menciptakan kondisi yang tidak bisa ditoleransi dengan pembatasan bantuan yang disengaja. Pekerja medis internasional di Gaza bahkan suda membunyikan peringatan tentang pelanggaran hukum humaniter internasional oleh tentara Israel.
Pada Mei 2024, ICJ (Mahkamah Internasional) memutuskan kalau tindakan Israel di Gaza merupakan genosida. Putusan ini ditindaklanjuti oleh Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) yang mengeluarkan surat perintah terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, bersama dengan komandan Hamas Mohammed Deif, atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan yang mereka lakukan.
Dalam konteks yang diberikan, pemirsa "When the Phone Rings" merasa tersinggung dengan representasi situasi yang menyimpang di berbagai tingkatan. Pertama, memutar balikkan fakta terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam serangan udara di dunia nyata, yang membuat banyak penggemar merasa bahwa drama ini melakukan upaya yang disengaja untuk menyebarkan propaganda Zionis. Selain itu, penggunaan penderitaan nyata rakyat Timur Tengah sebagai plot cerita juga meninggalkan kesan buruk di benak penonton.
(wk/amal)