Penulis naskah awalnya ditanyai pesan apa yang ingin ia sampaikan lewat 'The Trauma Code: Heroes On Call'. Ia mengungkap Korea tidak ketinggalan dari negara lain dalam hal pengobatan.
- Farida Amalia Dwi Yanti
- Senin, 03 Februari 2025 - 09:31 WIB
WowKeren - Penulis naskah drama "The Trauma Code: Heroes On Call" yang bernama Lee Nak Joon menjadi bintang tamu di program radio YTN NewsFM pada 31 Januari. Dalam kesempatan itu, sang penulis naskah membahas berbagai hal seputar drama Ju Ji Hoon cs ini.
Nak Joon awalnya ditanyai pesan apa yang ingin ia sampaikan lewat "The Trauma Code: Heroes On Call". "Menurutku, Korea tidak boleh menganggap remeh hidup. Aku percaya bahwa berinvestasi dalam perawatan trauma adalah hal yang baik," ujarnya.
Menurut sang penulis naskah yang juga ahli otolaringologi itu, Korea tidak ketinggalan dari negara lain dalam hal pengobatan. "Kami berada di peringkat 5 teratas secara global dalam bidang-bidang seperti transplantasi organ," sambung Nak Joon.
"Dikenal sebagai negara yang makmur, negara kami masih kekurangan dukungan untuk perawatan trauma. Kupikir kesadaran tentang perawatan trauma masih rendah," imbuh Nak Joon. Ia juga membahas karakter Baek Kang Hyuk (Ji Hoon) yang dikaitkan dengan sosok nyata.
"Banyak orang menyebut Profesor Lee Guk Jong sebagai orang yang memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Ia telah banyak berkorban. Secara pribadi, kupikir kita seharusnya hanya meminta pengorbanan yang bisa ditanggung seseorang, jika tidak, rasa tanggung jawab mereka dapat luntur. Para ahli yang aku konsultasikan tidak lagi melakukan operasi trauma," tuturnya.
Menurut Nak Joon, penanganan pasien kritis di Korea sering kali melibatkan sengketa hukum dan rumah sakit juga memberikan tekanan pada kinerja. "Tidak mudah untuk mempertahankan bidang ini dalam jangka waktu lama," curhatnya.
Sang penulis naskah lalu ditanyai soal kemungkinan season 2 "The Trauma Code: Heroes On Call". "Belum ada yang dikonfirmasi, dan aku sudah menulis banyak cerita. Netflix harus membuat keputusan. Harus ada investasi dari Netflix," ungkapnya.
Menariknya, penulis Nak Joon rupanya tidak ragu memberikan spoiler alur untuk season 2 jika nantinya benar-benar digarap. "(Season 1) berakhir dengan tim kecil, kan? Tim akan melakukan operasi skala penuh, dan berbagai masalah akan muncul dalam prosesnya," kuaknya.
"Jika helikopter dokter diperkenalkan, helikopter itu harus beroperasi 24 jam sehari, dan ini menyebabkan keluhan, bahkan dari pasien di rumah sakit. Mereka akan melakukan kampanye opini publik untuk mengatasinya," imbuh penulis Nak Joon.
"Salah satu alasan mengapa operasi trauma berbahaya adalah karena operasi trauma sering kali tidak melalui tes darah seperti operasi terjadwal lainnya. Menanggapi situasi seperti itu juga merupakan bagian dari pekerjaan mereka. Aku tidak yakin… tetapi ada cerita seperti itu dalam cerita aslinya," pungkas sang penulis naskah. Bagaimana menurutmu?
(wk/amal)