Denada dan putra kandungnya, Ressa, akhirnya bertemu setelah sekian lama. Pertemuan haru itu diwarnai tangis dan saling memaafkan.
- Jumat, 20 Maret 2026 - 15:33 WIB
WowKeren - Penyanyi Denada akhirnya dapat bertemu dan memeluk putra kandungnya, Ressa Rizky Rossano, dalam sebuah pertemuan haru di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis (19/3/2026). Pertemuan yang terjadi saat buka puasa bersama itu juga dihadiri oleh kakak perempuan Ressa dan seorang psikolog yang mendampingi proses reuni ibu dan anak tersebut.
Risna Ories, manajer Denada, menggambarkan momen tersebut penuh keharuan. "Bener-bener mereka saling berpelukan," ungkap Risna kepada Intens Investigasi. "Begitu masuk, Denada langsung meluk, langsung nangis. Ressa langsung nangis," lanjutnya. Dalam pertemuan itu, keduanya saling meminta maaf dan terbuka menceritakan perasaan yang terpendam selama ini.
Ressa mengakui bahwa ia sebenarnya telah mengetahui Denada adalah ibunya sejak masih duduk di bangku SMP, namun ia takut untuk menanyakannya. Di sisi lain, Denada juga mengungkapkan niatnya yang sudah lama untuk menceritakan rahasia tersebut saat Ressa remaja, tetapi ia khawatir akan merusak kebahagiaan putranya. "Tapi apa pun itu, semua pasti Allah udah atur sebaik-baik mungkin, sampai pertemuan ini terjadi pasti ada hikmah di balik ini semua," ucap Risna.
Risna berharap pertemuan ini menjadi awal yang baru bagi hubungan Denada dan Ressa. "Doakan saja dan semoga pertemuan ini jadi langkah baru atau lembaran baru untuk ibu anak ini," imbuhnya. Sebelumnya, dalam sebuah podcast, Denada dengan tegas membantah tuduhan bahwa ia membuang Ressa. Sambil menangis, ia mengatakan, "Aku tidak pernah membuang dia. Plan aku adalah melahirkan dia, membesarkan dia, berdua sama dia."
Keputusan untuk menitipkan Ressa kepada om dan tantenya diambil Denada karena kekhawatirannya akan masa depan Ressa jika tumbuh tanpa sosok ayah. Denada memutuskan untuk tetap mempertahankan kehamilannya di tengah pandangan masyarakat yang pada masa itu masih menganggap kehamilan di luar pernikahan sebagai hal yang tabu.
(wk/timw)