Rano Karno Tegaskan Jakarta Siap Jadi Kota Sinema di 2026
Instagram/Rano Karno/Instagram
Selebriti

Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai kota sinema yang mendunia.

WowKeren - Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menjadikan ibu kota sebagai kota sinema. Meskipun ada skeptisisme dari beberapa kalangan di industri film, Rano yakin bahwa Jakarta memiliki potensi besar untuk mencapai cita-cita ini, didukung oleh berbagai aspek, termasuk keuangan.

"Jakarta serius. Walaupun mungkin di antara teman-teman film meragukan saya. Kami ingin membuat Jakarta Film Commission dan saya ingin sekali menjadikan Jakarta menjadi kota sinema," ungkap Rano saat konferensi pers pada Kamis (2/4) di Jakarta. Dia melanjutkan, "Dulu, ada kebijakan Jakarta mengembalikan pajak tontonan kepada produser agar produksi film banyak. Dari mulai tahun 2025 sampai sekarang, kami masih pegang kira-kira Rp84 miliar. Makanya, kemarin produser saya kumpulkan. Ingin kami kembalikan kepada produser, untuk produksi."

Rano menjelaskan bahwa Film Commission di suatu daerah berfungsi untuk mempromosikan wilayah tersebut sebagai lokasi syuting dan memberikan dukungan kepada pelaku industri film serta televisi. Produksi film diperkirakan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah, mulai dari penyewaan akomodasi untuk kru dan pemeran hingga bisnis katering dan transportasi.


Selama ini, Jakarta sudah memiliki Jakarta Film Commission yang didirikan di bawah Komite Film Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 2022, dengan ambisi untuk masuk dalam daftar 20 kota global teratas. Rano mengambil dari pengalaman pribadinya sebagai aktor dan produser yang pernah menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pembiayaan dari bank untuk produksi film, yang sering dianggap memiliki risiko tinggi.

Dalam upaya tersebut, Rano telah berkomunikasi dengan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta untuk meyakinkan bahwa perfilman Indonesia mampu berdiri sendiri. Data terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2024, jumlah penonton film di Indonesia mencapai 122 juta orang, dengan 85 persen di antaranya adalah penonton film lokal.

Rano juga menyampaikan bahwa Bank Indonesia DKI sependapat dengan pandangannya bahwa industri perfilman merupakan subsektor ekonomi kreatif yang berpotensi besar untuk menjadi sumber perekonomian baru, khususnya di Jakarta. Sebagai langkah nyata, Jakarta Youth Film Festival 2026 pun digagas, yang bertujuan untuk memperkuat ekosistem perfilman dengan melibatkan generasi muda sebagai pelaku utama.

Festival ini diharapkan menjadi ruang kreatif bagi generasi muda untuk berproses dalam dunia perfilman dan sebagai wadah untuk menyalurkan bakat serta menciptakan peluang baru dalam pengembangan ekonomi kreatif di DKI Jakarta. Rano optimis, dalam waktu dua tahun ke depan, festival ini akan menarik perhatian partisipasi dari kalangan internasional.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait