Pangeran Harry dan Mark Dyer digugat Sentebale atas tuduhan pencemaran nama baik.
- Minggu, 12 April 2026 - 06:02 WIB
WowKeren - Pangeran Harry kini tengah menghadapi gugatan pencemaran nama baik yang dilayangkan oleh Sentebale, lembaga amal yang didirikannya dua dekade lalu. Gugatan ini juga menempatkan mantan anggota dewan pengawas, Mark Dyer, sebagai terdakwa. Pernyataan resmi mengenai kasus ini dirilis oleh Sentebale pada Jumat, 10 April 2026.
Dalam pernyataan itu, Sentebale menyebut Pangeran Harry dan Mark Dyer sebagai "dalang" dari kampanye media negatif yang telah berdampak signifikan pada reputasi lembaga amal serta kepemimpinannya. "Sentebale telah memulai proses hukum di Pengadilan Tinggi Inggris dan Wales," kata pernyataan tersebut.
Lembaga amal tersebut meminta perlindungan dan ganti rugi dari pengadilan menyusul kampanye media negatif yang terkoordinasi sejak 25 Maret 2025, yang telah menyebabkan gangguan operasional dan kerusakan reputasi bagi lembaga, pemimpin, serta mitra strategisnya.
Pada bulan Maret 2025, Pangeran Harry dan Pangeran Seeiso dari Lesotho, yang juga merupakan pendiri Sentebale, mengumumkan pengunduran diri mereka dari posisi mereka di lembaga tersebut. Mereka bersama beberapa anggota dewan pengawas lainnya mundur dengan alasan bahwa hubungan antara mereka dan ketua dewan "telah rusak dan tidak dapat diperbaiki lagi, menciptakan situasi yang tidak dapat dipertahankan."
Dari pernyataan terbaru Sentebale, dewan dan direktur eksekutif lembaga merasa yakin bahwa mereka yang memiliki keyakinan pada misi Sentebale akan memahami langkah hukum ini. Meskipun mereka mengakui bahwa tindakan hukum ini sulit, mereka percaya bahwa langkah tersebut sangat penting untuk melindungi integritas lembaga.
Dalam tanggapan terpisah, seorang perwakilan dari Sunshine Sachs Morgan & Lylis yang mewakili Pangeran Harry dan Mark Dyer mengklaim bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar. "Sebagai salah satu pendiri Sentebale dan salah satu wali amanat pendiri, mereka secara tegas menolak klaim yang menyinggung dan merusak ini," tegas perwakilan tersebut.
Ia menambahkan, "Sungguh luar biasa bahwa dana amal sekarang digunakan untuk melakukan tindakan hukum terhadap orang-orang yang membangun dan mendukung organisasi ini selama hampir dua dekade, alih-alih diarahkan ke komunitas yang seharusnya dilayani oleh badan amal tersebut."
Sentebale sendiri didirikan oleh Pangeran Harry dan Pangeran Seeiso pada tahun 2006, dengan fokus pada penciptaan solusi untuk masalah kesehatan kaum muda, ketidaksetaraan kekayaan, dan ketahanan iklim di Lesotho dan Botswana. Pendirian lembaga ini juga merupakan bentuk penghormatan Pangeran Harry kepada mendiang ibunya, Putri Diana.
(wk/timw)