Boiyen ungkap alasan di balik keputusan cerai dari Rully Anggi Akbar setelah masalah berulang.
- Senin, 13 April 2026 - 17:06 WIB
WowKeren - Komedian Yeni Rahmawati, lebih dikenal dengan nama Boiyen, baru-baru ini mengungkap alasan di balik keputusan cepatnya untuk bercerai dari suaminya, Rully Anggi Akbar. Dalam sebuah wawancara di C8 Podcast, Boiyen menjelaskan bahwa masalah dalam hubungan mereka sudah ada jauh sebelum perceraian resmi terjadi.
"Sebelum itu udah (ada kasus)," ujar Boiyen. Ia menjelaskan bahwa pada awalnya, ia memberikan kesempatan untuk Rully berubah, namun seiring berjalannya waktu, masalah baru kembali muncul. Hal ini membuat Boiyen merasa bahwa tabiat Rully sulit untuk diubah.
"Akhirnya kita sama-sama beresinnya. Ada lagi ternyata," sambungnya, menunjukkan bahwa upayanya untuk memperbaiki hubungan tidak membuahkan hasil. Keputusan untuk bercerai akhirnya diambil Boiyen setelah ia menyadari bahwa ia tidak ingin terus menerus merasa kelelahan akibat masalah yang berulang.
"Ya udah, daripada saya capek," ucapnya, menegaskan bahwa ia merasa lebih tenang dan tidak tegang setelah mengambil keputusan ini. Boiyen merasa sudah kembali kepada dirinya yang sebenarnya dan kini lebih fokus pada kebutuhannya akan ketenangan dan orang-orang yang tulus di sekitarnya.
Proses perceraian Boiyen dan Rully dimulai dua bulan setelah mereka menikah, dengan gugatan cerai yang didaftarkan di Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang, pada 20 Januari 2026. Sidang pertama perceraian mereka berlangsung pada 27 Januari 2026, dan hingga saat ini, proses tersebut masih berlanjut.
Dalam perjalanan perceraian ini, kuasa hukum Boiyen menegaskan bahwa perceraian adalah ranah privasi dan telah memutuskan untuk menutup detail gugatan dari publik. Hal ini menunjukkan bahwa Boiyen berusaha menjaga privasi dan integritas dirinya selama proses hukum yang berlangsung.
Dengan semua yang telah terjadi, Boiyen kini merasa lebih baik dan siap untuk memulai babak baru dalam hidupnya. Ia berharap dapat menemukan ketenangan dan kebahagiaan yang lebih dalam hidupnya tanpa adanya beban dari hubungan yang tidak sehat.
(wk/timw)