Cherrybelle, girlband populer Indonesia, bubar karena masalah honor dan transparansi.
- Kamis, 16 April 2026 - 22:04 WIB
WowKeren - Pecinta musik Indonesia pasti mengenal Cherrybelle, girlband yang pertama kali muncul pada tahun 2010 dan terdiri dari Angel, Anisa, Auryn, Eugene, Felly, Sarwendah, Christy, Cherly, dan Rere. Meskipun merajai industri musik dan periklanan, grup ini akhirnya bubar akibat berbagai masalah, terutama terkait dengan honor dan manajemen.
Setahun setelah dibentuk, Rere memutuskan untuk keluar dan posisinya digantikan oleh Devi. Selama masa kejayaannya, Cherrybelle menjadi brand ambassador untuk berbagai produk, mulai dari minuman hingga telepon seluler. Namun, seiring berjalannya waktu, anggota Cherrybelle mulai merasakan adanya ketidakpuasan, yang akhirnya berujung pada keputusan untuk tidak memperpanjang kontrak dan membentuk formasi baru pada tahun 2015.
Jessyca Auryn, yang akrab disapa Ryn, bersama Cherly dan Angel mengungkapkan alasan di balik pembubaran grup yang sempat populer ini. Menurut mereka, salah satu faktor utama adalah masalah honor. Cherly mengungkapkan, "Uang enggak sih?" yang menunjukkan bahwa masalah finansial menjadi pendorong utama keputusan mereka.
Ryn menambahkan bahwa pada usia belasan tahun, mereka tidak terlalu memikirkan soal honor. "Kita enggak pernah ngitungin, gaji segini, perform segini. (Padahal) Kita perform everyday," ujarnya. Namun, seiring bertambahnya usia, mereka mulai menyadari adanya ketidaksesuaian antara jumlah pekerjaan yang mereka lakukan dengan honor yang mereka terima.
"Udah merasa kok enggak adil. Satu enggak transparan, karena waktu itu ada satu waktu di mana aku merasa gaji yang kita terima, sama kerjaan yang kita jalani, enggak imbang setelah dihitung-hitung," ungkap Ryn, menyoroti kurangnya transparansi dalam manajemen honor mereka. Cherly menambahkan bahwa mereka baru mengetahui bahwa sebenarnya mereka juga mendapatkan bayaran saat tampil di program musik.
Pembubaran Cherrybelle adalah contoh nyata dari tantangan yang dihadapi oleh banyak artis muda di industri hiburan, di mana sering kali mereka tidak mendapatkan hak yang sesuai dengan kerja keras mereka. Dengan pengalaman pahit ini, diharapkan artis-artis muda lainnya dapat belajar untuk memperjuangkan hak mereka dan mendapatkan transparansi dalam kontrak kerja.
(wk/timw)