D4vd Bantah Tuduhan Pembunuhan Celeste Rivas Hernandez, Tantang Jaksa Ungkap Bukti
Instagram/David Anthony Burke/Instagram
Selebriti

D4vd membantah tuduhan pembunuhan Celeste Rivas dan menantang jaksa untuk membuktikan kasusnya.

WowKeren - David Anthony Burke, yang lebih dikenal dengan nama D4vd, telah membantah tuduhan serius terkait pembunuhan tingkat pertama atas kematian remaja Celeste Rivas Hernandez. Pernyataan ini diungkapkan oleh tim kuasa hukumnya dalam sidang di Pengadilan Tinggi Los Angeles pada Senin (20/4). Dalam nota pembelaan yang diajukan, mereka meminta agar sidang pendahuluan segera dilaksanakan untuk meninjau bukti yang dimiliki oleh pihak jaksa.

Pengacara D4vd, Blair Berk, menyatakan, "Kami yakin bukti sebenarnya akan menunjukkan bahwa David Burke tidak membunuh Celeste Rivas Hernandez, dan dia pun bukan penyebab kematiannya." Dia juga menambahkan, "Kami ingin bukti-bukti tersebut terungkap ke publik." Pernyataan ini menunjukkan keyakinan tim hukum D4vd bahwa mereka dapat membuktikan ketidakbersalahan klien mereka dalam kasus ini.

Menanggapi bantahan tersebut, Wakil Jaksa Distrik Beth Silverman menjelaskan bahwa pihaknya akan segera menampilkan bukti-bukti yang telah dikumpulkan dalam kasus ini. "Kami akan dengan senang hati menampilkan bukti yang telah kami kumpulkan," tegas Silverman.

D4vd resmi didakwa atas pembunuhan tingkat pertama setelah kematian Celeste Rivas Hernandez. Dakwaan ini terjadi sekitar empat hari setelah penangkapan D4vd oleh Kepolisian Los Angeles (LAPD). Dalam sistem hukum di Amerika Serikat, pembunuhan tingkat pertama adalah kejahatan paling serius yang memerlukan unsur perencanaan dan kesengajaan.

Tuduhan berat tersebut muncul setelah jasad Celeste ditemukan dalam kondisi termutilasi di dalam bagasi mobil Tesla milik D4vd di Hollywood beberapa bulan lalu. D4vd menghadapi berbagai dakwaan, termasuk pembunuhan dengan keadaan khusus, tindakan kriminal demi keuntungan finansial, serta pembunuhan saksi dalam penyelidikan. Selain itu, ia juga dituduh melakukan tindakan seksual terhadap anak di bawah 14 tahun dan mutilasi jasad.


Jika terbukti bersalah, D4vd terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Jaksa Wilayah Los Angeles County, Nathan Hochman, menyatakan bahwa mereka akan memutuskan dalam persidangan selanjutnya mengenai kemungkinan menuntut hukuman mati untuk D4vd.

Hakim Theresa McGonigle memutuskan agar D4vd tetap berada dalam tahanan tanpa jaminan. Menurut Kepala Kepolisian Los Angeles, Jim McDonnell, jasad Celeste yang telah terurai ditemukan pada September 2025 di dalam bagasi depan mobil Tesla milik D4vd. Remaja tersebut telah dilaporkan hilang selama hampir 1,5 tahun.

Pihak berwenang meyakini bahwa Celeste terakhir kali terlihat saat mengunjungi rumah D4vd di Hollywood Hills pada 23 April 2025. Mobil tersebut diketahui sempat terparkir di lingkungan Hollywood Hills selama beberapa minggu sebelum akhirnya diderek ke tempat penyimpanan barang bukti. Di sana, petugas menemukan bau busuk yang menyengat, yang menjadi petunjuk adanya sesuatu yang mencurigakan.

Jaksa Hochman juga mengungkapkan bahwa D4vd diduga terlibat hubungan seksual dengan Celeste saat pria tersebut sudah dewasa dan korban masih di bawah umur. Selain itu, jaksa menduga bahwa D4vd membunuh Celeste karena korban mengancam akan membongkar hubungan mereka, yang dapat merusak karirnya.

Saat ini, pihak kejaksaan masih menunggu laporan koroner untuk mengungkap penyebab pasti kematian Celeste, yang selama ini digambarkan sebagai kejahatan yang "brutal dan mengerikan." D4vd sendiri mulai dikenal publik pada tahun 2022 berkat lagu-lagu yang ia rekam melalui ponsel untuk video gim Fortnite yang viral di TikTok. Kesuksesan lagu hitnya, "Romantic Homicide," membawanya meraih kontrak dengan Interscope Records dan ia tercatat pernah tampil di festival musik Coachella pada tahun 2025.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait