Denada Tambunan mengklaim menang putusan sela atas gugatan penelantaran anak dari Ressa.
- Jumat, 24 April 2026 - 07:31 WIB
WowKeren - Penyanyi Denada Tambunan baru-baru ini mengklaim bahwa dirinya telah memenangkan putusan sela dalam kasus gugatan perdata terkait dugaan penelantaran anak yang dilayangkan oleh putra kandungnya, Ressa Rossano. Kemenangan ini diumumkan oleh manajer sekaligus sahabatnya, Risna Ories, yang menjelaskan bahwa hakim menerima eksepsi yang diajukan oleh pihak Denada, sehingga perkara tersebut tidak dilanjutkan ke tahap pembuktian yang lebih dalam.
Risna Ories, saat berbicara di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, pada Rabu (22/4/2026), menyatakan, "Alhamdulillah, hari ini putusan dari Pengadilan Banyuwangi menyatakan segala tuntutan terhadap Denada ditolak atau gugur." Perkembangan ini menunjukkan bahwa segala tuntutan ganti rugi materiil yang diajukan oleh pihak penggugat, termasuk biaya pendidikan, dinyatakan tidak berlaku.
Sebelumnya, Ressa Rossano menggugat Denada dengan total tuntutan mencapai Rp 7 miliar atas tuduhan perbuatan melawan hukum dan penelantaran anak yang diduga berlangsung selama belasan tahun. Dalam konteks ini, Risna menegaskan bahwa putusan ini membuktikan klaim Denada bahwa dirinya tidak pernah menelantarkan anaknya.
Denada sendiri mengungkapkan bahwa ia telah berupaya memberikan fasilitas terbaik bagi Ressa sesuai dengan kemampuannya. "Denada menceritakan bahwa dia tidak seperti yang diberitakan, tidak ada masalah penelantaran. Denada bertanggung jawab memfasilitasi sekolah, kuliah, memberikan mobil, hingga ikhtiar mencarikan tempat tinggal," lanjut Risna.
Risna juga menambahkan bahwa Denada masih rutin mengirimkan uang bulanan kepada Ressa sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai seorang ibu. Selain itu, Denada berencana untuk mempererat kembali hubungan keluarganya dengan menawarkan Ressa untuk tinggal di kediamannya di Jakarta agar tidak perlu lagi menyewa tempat tinggal.
Denada juga tengah merencanakan perjalanan ke Singapura untuk mempertemukan Ressa dengan adiknya, Aisha Aurum. "Denada ingin Ressa bertemu dengan Aisyah di Singapura, biar mereka punya waktu intimate family bertiga saja," pungkas Risna.
Perlu dicatat bahwa perseteruan antara Denada dan Ressa sempat memanas pada awal tahun 2026, tetapi kedua belah pihak akhirnya memilih jalan damai dan melakukan pertemuan tertutup pada bulan Maret lalu.
(wk/timw)