Meningkatnya Kepercayaan terhadap Wasit China, Ma Ning, di Panggung Internasional
Instagram/Ma Ning/Instagram
Selebriti

Wasit Ma Ning terpilih menjadi wasit cadangan di final ACLE setelah kontroversi sebelumnya.

WowKeren - Ma Ning, wasit asal China, tengah menunggu untuk tampil di final Liga Champions Elite (ACLE) 2025-26 setelah sebelumnya menghadapi kontroversi. Pada 24 April 2026, Asosiasi Sepak Bola Asia (AFC) mengumumkan daftar wasit untuk pertandingan yang akan berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi.

Dalam final ini, Ma Ning akan bertindak sebagai wasit cadangan, sementara wasit utama adalah Ilgiz Tantashev dari Uzbekistan, dan asistennya adalah Andrey Chapenko dari Uzbekistan serta Zhou Fei dari China. Keputusan AFC ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap Ma Ning setelah berbagai kritik yang diterimanya.

Kontroversi yang melibatkan Ma Ning dimulai pada pertandingan perempat final antara Machida Zelvia dari Jepang dan Al Ittihad dari Arab Saudi. Dalam pertandingan tersebut, Ma Ning sempat membatalkan gol Al Ittihad setelah melakukan pemeriksaan VAR, yang menimbulkan kemarahan di pihak Al Ittihad. Mereka berargumen bahwa gol Machida sebelumnya seharusnya dibatalkan karena offside, namun tetap dinyatakan sah oleh Ma Ning.

Reaksi keras dari Al Ittihad dan penonton yang melempar botol ke arah wasit membuat situasi semakin memanas. Ma Ning kemudian mengeluarkan kartu merah kepada seorang pemain yang mencoba melakukan kontak fisik dengannya, yang dianggapnya sebagai tindakan tegas untuk mengendalikan situasi. Namun, ini justru memperburuk persepsi publik terhadapnya.


Media China, Sohu, menggambarkan insiden tersebut sebagai psikologi dalam pertandingan, di mana Ma Ning berhasil mempertahankan keputusannya meskipun dihadapkan pada tekanan yang besar. Mereka menilai bahwa Ma Ning menunjukkan konsistensi dan otoritas dalam memimpin pertandingan tersebut.

Terkait rumor pemecatan yang beredar, media China menegaskan bahwa hal itu tidak benar, melainkan penunjukan Ma Ning sebagai wasit cadangan di final ACLE justru menguatkan posisinya. AFC memilih Ma Ning untuk peran penting ini, yang menunjukkan bahwa mereka masih mempercayainya meskipun ada kontroversi sebelumnya.

Pandangan negatif terhadap Ma Ning juga dikaitkan dengan harapan berlebihan dari penggemar sepak bola di China. Mereka berpendapat bahwa ekspektasi yang terlalu tinggi dan reaksi emosional terhadap performa Ma Ning telah memperburuk situasi. Dalam konteks ini, Sohu juga membandingkan kualitas wasit di China dan Korea, mencatat bahwa meski Korea Selatan lebih unggul dalam banyak aspek sepak bola, mereka belum pernah menghasilkan wasit yang tampil di Piala Dunia sejak 2002.

Ma Ning, yang mewakili China di panggung internasional, tetap menjadi simbol dari harapan dan tantangan bagi sepak bola China meskipun tim nasionalnya tidak berhasil lolos ke Piala Dunia. Dia menjadi salah satu dari tiga wasit yang terpilih untuk kompetisi di kawasan Amerika Utara, yang menunjukkan bahwa meskipun sepak bola China sedang mengalami masa sulit, kualitas wasitnya tidak bisa dipandang sebelah mata.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!