Gugatan Baru Seret Harta Warisan Michael Jackson, Empat Bersaudara Klaim Pelecehan
Instagram/Michael Jackson/Instagram
Selebriti

Empat bersaudara asal New Jersey menggugat harta warisan Michael Jackson atas tuduhan pelecehan.

WowKeren - Pihak pengelola harta warisan Michael Jackson kembali menghadapi masalah hukum serius. Empat bersaudara dari New Jersey mengajukan gugatan yang menuduh pelecehan seksual yang konon terjadi saat mereka masih anak-anak. Gugatan ini diajukan pada Februari 2026 di pengadilan federal Los Angeles dan mencuat ke publik setelah para penggugat memberikan wawancara kepada The New York Times.

Keempat penggugat, yang terdiri dari Edward Joseph Cascio, Dominic Savini Cascio, Marie-Nicole Porte, dan Aldo Cascio, mengklaim bahwa mereka mengalami pelecehan selama bertahun-tahun. Dalam dokumen hukum yang diajukan, mereka menyatakan bahwa mereka telah "dipersiapkan dan dicuci otaknya" oleh Michael Jackson sejak usia sangat muda, bahkan mulai saat mereka berusia sekitar tujuh hingga delapan tahun.

Gugatan tersebut juga menggambarkan pola manipulasi yang diduga dilakukan oleh sang superstar, termasuk pemberian hadiah mewah, akses ke gaya hidup selebritas, serta penggunaan alkohol dan narkoba untuk mengendalikan para korban. Selain itu, mereka menyebutkan bahwa pelecehan tersebut terjadi di berbagai lokasi, mulai dari perjalanan tur hingga kediaman keluarga mereka di New Jersey.

Nama-nama yang terlibat dalam gugatan ini termasuk beberapa pengelola harta warisan Michael Jackson, di antaranya John Branca, John McClain, dan Herman Weisberg. Mereka dituduh mengetahui atau setidaknya mengabaikan dugaan tindakan tersebut, serta diduga terlibat dalam proses hukum yang dianggap menyesatkan keluarga penggugat.


Penggugat juga menyoroti lingkungan di sekitar Michael Jackson, menuduh sejumlah anggota tim dan organisasi sang artis mengetahui tanda-tanda pelecehan dan tidak mengambil tindakan yang diperlukan. Mereka juga mengklaim adanya upaya untuk mengisolasi para korban, baik secara emosional maupun fisik, demi menjaga hubungan tersebut tetap tersembunyi. Beberapa lokasi yang disebutkan dalam gugatan termasuk properti pribadi Jackson, seperti Neverland Ranch.

Pihak pengelola harta warisan Michael Jackson membantah seluruh tuduhan tersebut. Melalui pengacaranya, Martin Singer, gugatan ini dianggap sebagai upaya untuk mendapatkan keuntungan finansial. "Ini adalah upaya putus asa untuk mendapatkan uang," ujar Singer. Ia juga menilai gugatan tersebut sebagai bentuk pemerasan, dan mengingatkan bahwa keluarga Cascio sebelumnya selama bertahun-tahun membela Jackson dari berbagai tuduhan serupa.

Kasus ini juga berkaitan dengan dinamika hukum yang telah ada sebelumnya. Setelah dirilisnya dokumenter Leaving Neverland pada tahun 2019, keluarga Cascio dilaporkan sempat terlibat dalam negosiasi dengan pihak pengelola warisan. Dalam gugatan terbaru ini, terdapat penyebutan mengenai kesepakatan kompensasi yang terjadi di masa lalu, serta tuduhan bahwa proses tersebut melibatkan informasi yang dianggap menyesatkan oleh pihak penggugat.

Gugatan ini muncul kembali di tengah sorotan publik terkait perilisan film biografi tentang Michael Jackson yang diproduksi oleh Lionsgate. Momentum tersebut dinilai membuat kasus ini kembali mendapatkan perhatian luas, mengingat nama besar Michael Jackson yang masih memiliki pengaruh signifikan di industri hiburan global.

Perlu dicatat bahwa kasus ini masih dalam proses hukum, dan tuduhan yang disampaikan merupakan klaim dari pihak penggugat yang belum terbukti di pengadilan.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait