Shin Sung Rok membahas julukan unik yang melekat padanya selama lebih dari satu dekade.
- Kamis, 30 April 2026 - 01:39 WIB
WowKeren - Shin Sung Rok, aktor berbakat yang dikenal dengan penampilan intens dan visualnya yang menawan, baru-baru ini mengungkapkan tentang satu julukan yang telah menghantuinya selama lebih dari 12 tahun. Julukan tersebut muncul dari perannya sebagai antagonis dalam drama populer "My Love from the Star".
Saat hadir di acara SBS "Uh, But Like Seriously", Shin Sung Rok mengungkapkan bahwa julukan tersebut muncul ketika seorang netizen berkomentar bahwa wajahnya mirip dengan "KakaoTalk Dog", karakter kartun yang terkenal di aplikasi perpesanan KakaoTalk. Komentar ini kemudian menjadi viral dan meme tersebut menyebar luas. "Saya masih dipanggil dengan sebutan itu," ujarnya sambil tertawa.
Shin juga menyampaikan keinginannya untuk menemukan orang yang pertama kali memberikan julukan tersebut. "Saya benar-benar ingin menemukan orang yang memulainya. Saya hanya ingin berbicara," tambahnya, menunjukkan sisi playfull meskipun terus-menerus diasosiasikan dengan perbandingan tersebut. Pengalaman ini menunjukkan dampak abadi dari fenomena budaya viral terhadap kehidupan seseorang, bahkan ketika hal tersebut terjadi tanpa kehendak atau harapan mereka.
Menurut laporan Xportsnews, siaran di SBS tersebut menyoroti reaksi positif Shin Sung Rok terhadap julukan yang telah mengikutinya selama bertahun-tahun. Dikenal lahir pada 23 November 1982 di Seoul, Shin memulai karir aktingnya pada tahun 2003 dan dikenal tidak hanya dalam peran di televisi dan film, tetapi juga untuk karyanya yang luas di teater musikal. Dengan tinggi badan 1,89 meter, ia awalnya mengejar karir di dunia basket sebelum beralih ke akting setelah mengalami cedera.
Seiring berjalannya waktu, ia telah membangun reputasi sebagai salah satu performer musikal terkemuka Indonesia. Pengalaman Shin menggarisbawahi bagaimana tren online yang viral dapat meninggalkan jejak yang bertahan lama pada sosok publik, sering kali dengan cara yang tak terduga. Meskipun julukan tersebut mungkin dimaksudkan sebagai lelucon yang tidak berbahaya, pernyataan Shin mencerminkan bagaimana label-label semacam ini dapat bertahan selama bertahun-tahun, membentuk persepsi publik jauh setelah asal-usulnya.
(wk/timw)