OTW Pestapora hadir dengan formula unik untuk mempersatukan penggemar musik dalam satu panggung.
- Selasa, 05 Mei 2026 - 21:38 WIB
WowKeren - OTW Pestapora, festival musik yang digelar selama tiga hari di Bengkel Space, SCBD, Jakarta, berhasil menarik perhatian dengan konsep baru yang mengusung formula tukar setlist. Konser ini berusaha untuk menguji apakah format lebih kecil masih mampu menciptakan euforia yang sama seperti pada Pestapora 2025.
Pada hari kedua, Senin (4/5), konser ini menampilkan penampilan dari Mocca, Sore, Reality Club, dan Parade Hujan. Setiap band membawakan lagu-lagu milik band lain, menciptakan suasana yang unik dan meriah. Misalnya, Mocca membawakan lagu-lagu Reality Club, sementara Sore dan Parade Hujan saling bertukar lagu, menunjukkan kebersamaan di antara para penggemar.
Penampilan dibuka oleh Mocca yang memberikan warna baru pada lagu-lagu Reality Club. Aransemen yang ringan dan manis dari Mocca, dengan sentuhan flute oleh Arina Ephipania, memberikan nuansa berbeda. Namun, kualitas suara yang terlalu keras sempat mengganggu pengalaman penonton. Meskipun demikian, Mocca berhasil mengatur emosi penonton melalui lagu-lagu seperti 'You'll Find Lovers Like You and Me' dan 'Sorrowful Reunion'.
Reality Club, di sisi lain, menghadirkan penampilan yang berani saat membawakan lagu-lagu Mocca. Fathia Chia Izzati dan rekan-rekannya tampak menikmati setiap detik saat membawakan lagu 'Me and My Boyfriend'. Energi penonton semakin meningkat saat mereka membawakan lagu-lagu yang lebih dikenal.
Puncak penampilan hari itu terjadi saat Sore membawakan lagu-lagu Payung Teduh. Lagu-lagu seperti 'Angin Pujaan Hujan' dan 'Akad' berhasil menarik partisipasi penonton, menciptakan suasana meriah yang menyatukan semua penggemar. Aransemen Sore yang lebih kompleks mampu mempertahankan energi penonton tanpa menghilangkan nuansa emosional dari lagu-lagu tersebut.
Namun, suasana mulai menurun saat Parade Hujan tampil dengan lagu-lagu Sore. Penampilan yang terasa singkat membuat momentum terputus. Penonton baru kembali bersemangat saat lagu 'Sssttt' dibawakan sebagai penutup, membangkitkan kembali energi yang sempat surut.
OTW Pestapora membuktikan bahwa formula tukar setlist masih dapat mempersatukan berbagai kalangan penggemar, bahkan dalam venue yang lebih kecil. Keberhasilan acara ini tentunya bergantung pada konsep yang kuat, penampilan yang solid, serta dukungan dari penggemar setia. Namun, kualitas venue juga sangat berpengaruh, mengingat setiap kelemahan akan lebih terlihat dalam pengaturan yang lebih intim seperti ini.
Bagi mereka yang hanya ingin bernyanyi dan merayakan bersama idola mereka, apa pun format acaranya, pasti akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan. OTW Pestapora memang menjadi ajang yang menarik untuk melihat bagaimana musik dapat menyatukan berbagai komunitas penggemar dalam satu panggung.
(wk/timw)