Kemnaker fokus siapkan tenaga kerja terampil untuk industri hijau dan kendaraan listrik.
- Rabu, 06 Mei 2026 - 15:35 WIB
WowKeren - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), terus berupaya untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dalam mengisi kebutuhan industri hijau dan kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Ini dilakukan seiring dengan lonjakan permintaan di sektor kendaraan listrik dalam beberapa tahun terakhir.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menegaskan bahwa transisi menuju ekonomi hijau saat ini bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi suatu keharusan. Menurutnya, sektor EV merupakan salah satu pilar penting dalam ekosistem pekerjaan di masa depan.
“Geliat pasar yang sangat cepat dalam periode tiga tahun terakhir ini tentunya berdampak langsung pada kebutuhan tenaga kerja. Kita butuh SDM yang memiliki kompetensi di bidang teknologi otomotif berbasis listrik, digitalisasi, serta keterampilan pendukung industri hijau,” ujar Afriansyah dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu (6/5/2026).
Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan potensi besar sektor ini, di mana penjualan kendaraan listrik di Indonesia mengalami peningkatan signifikan, dari sekitar 10 ribu unit pada 2022 menjadi lebih dari 100 ribu unit pada 2025.
Afriansyah, yang akrab disapa Ferry, menjelaskan bahwa komitmen pembangunan SDM berkualitas ini merupakan bagian dari Asta Cita, yang mendukung visi Indonesia Emas 2045 di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu langkah konkret yang diambil oleh Kemnaker adalah menjalin kerjasama dengan mitra industri, termasuk pabrikan otomotif PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI), dalam penguatan pendidikan vokasi. “Pada tahun 2023, PT HMMI memberikan hibah lima unit kendaraan untuk pengembangan pelatihan vokasi kejuruan otomotif di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung. Ini adalah bentuk nyata kolaborasi strategis yang kami harapkan terus berlanjut dan diikuti oleh perusahaan lainnya,” tambahnya.
Ferry menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga pelatihan adalah kunci utama untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. Kerjasama ini diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja profesional di bidang otomotif modern.
“Sinergi ini menjadi kunci agar Indonesia mampu menciptakan tenaga kerja yang produktif dan siap menghadapi tantangan masa depan di sektor green jobs,” pungkas Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.
(wk/timw)